× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Wah, Limbah Masker Wajah ini Bisa Jadi Tanaman

By Redaksi
Hector Maurizio Paez dan Masker Green Face yang Limbahnya Bisa Jadi Tanaman. Foto : Green Face via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Kondisi pandemi di satu sisi berdampak positif bagi lingkungan, di mana pencemaran udara akibat gas buang kendaraan dan industri menurun. Namun, sisi negatifnya pun terjadi. Salah satunya limbah masker sekali pakai yang menumpuk di mana-mana.

Tapi tidak untuk masker yang satu ini. Bila sudah tak terpakai, limbahnya bisa ditanam agar menjadi tanaman.  Hector Maurizio Paez, pria asal Kolombia, yang berada di balik masker inovatif bermerek “Green Face”. Bagi Hector, masker ini adalah satu di antara beberapa penemuan inovatifnya bagi lingkungan. Di mata warga Kolombia, Hector bukan sosok asing, karena pernah menyabet penghargaan “Best Colombian Inventor” sebanyak empat kali.

Kali ini temuan terbarunyanya di tahun kemarin disebut “Green Face”, masker sekali pakai yang didalamnya terdapat benih tanaman. Melansir Intelligentliving, ketika sudah tak terpakai, masker ini bisa langsung ditanam di tanah atau bahkan pot tanaman. Benih pun tumbuh berkecambah dan menjadi tanaman yang sehat. Periode penanaman masker hingga tumbuh menjadi tanaman baru memakan waktu antara 30 sampai 60 hari dalam kondisi normal.  

Masker ramah lingkungan ini terbuat dari serat selulosa (kertas) yang mengandung komponen anti bakteri, yaitu perak dan tembaga dalam nanopartikel, yang mampu membunuh 600 jenis virus dan bakteri apabila terjadi kontak dengan masker. Jadi masker ini selain aman bagi pengguna, juga tak mengancam lingkungan.

Masker ini hadir dalam 3 versi. Salah satunya, masker dipakai langsung pada wajah dengan perekat anti racun yang aman bagi kulit. Menurut Hector, jenis maskernya tersebut adalah hipoalergi yang berarti tak mengiritasi kulit. Versi lainnya memakai tali katun, dan karet lateks yang juga bisa terurai.

tak hanya itu, Hector juga membuat kotak masker yaitu Biomask untuk menyimpan Green Face dan maker lainnya. Terbuat dari resin polipropilen yang anti bakteri dan tambahan zat pengurai limbah. Di dalam kotak, ada busa poliuretan yang diselipi komponen antibakteri juga yang mencegah masker terkontaminasi kuman saat disimpan.  

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]