× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Usir Nyamuk Dengan Rumah Kelelawar

By Redaksi
Rumah Kelelawar - Kompas

Nyamuk menjadi salah satu binatang yang dianggap mengganggu. Terlebih nyamuk-nyamuk pembawa penyakit seperti malaria atau Aedes aegypti yang dirasa membahayakan. Berbagai upaya dilakukan untuk mengusir keberadaan mereka, mulai dari obat-obatan baik yang semprot, bakar, elektrik, hingga upaya alami seperti menempatkan aneka tanaman penangkal nyamuk. Sebuah alternatif unik baru-baru ini ditawarkan oleh sebuah perusahaan rintisan asal Amerika Serikat, untuk mengurangi populasi nyamuk di permukiman.

Idenya adalah dengan menempatkan kelelawar di sekitar rumah. Sang pendiri, Christopher Rannefors dan Harrison Broadhurst mengatakan, kelelawar merupakan salah satu binatang pengendali hama. Itulah alasan mereka berdua mendirikan perusahaan rintisan bernama BatBnB.

Perusahaan ini membuatkan rumah khusus untuk kelelawar yang nantinya dapat  mengurangi populasi nyamuk. Rumah kelelawar tersebut dapat ditempatkan di mana saja, seperti di halaman belakang atau gudang sehingga tidak mengganggu penghuni.

Rumah kelelawar ini dibuat dari bahan kayu dengan lengkungan pada bagian bawahnya. Desainnya dibuat menyesuaikan kebutuhan biologis kelelawar. Di dalam rumah tersebut juga disediakan perangkat khusus yang dapat digunakan kelelawar untuk menancapkan cakar mereka.

Pada bagian lain rumah juga disediakan pintu untuk kelelawar keluar-masuk. Selain itu juga disediakan lubang ventilasi yang dibor di sisi rumah dengan interval yang berbeda,  sehingga kelelawar dapat memilih untuk beristirahat di ruang yang lebih sejuk atau lebih hangat. Pada siang hari, rumah kelelawar menyerap sinar matahari, menghangatkan interiornya dengan baik dan menjaganya tetap nyaman setiap saat.

Menurut Rannefors, konsep yang mereka buat, selain sebagai solusi mengusir nyamuk, juga  sebagai upaya memberikan habitat baru bagi kelelawar yang telah kehilangan habitat alaminya, tergerus oleh pembangunan.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]