× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

UPZ BAZNAS PT Timah  Bantu Rp 500 Juta Untuk Rumah Layak Huni Warga Pulau Terluar

By Redaksi
Dok. BAZNAS

Jakarta – Majalahcsr. Indonesia terdiri dari ribuan pulau. Lokasinya pun berjauhan, dengan karakteristik masing-masing yang mempunyai kelebihan maupun kekurangan.

Tak bisa dipungkiri juga bahwa tingkat perekonomian di pulau-pulau kecil masih belum sebesar di pulau Jawa ataupun Sumatera dan pulau besar lainnya. Dalam rangka membantu menciptakan taraf hidup layak, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT Timah Tbk, menyalurkan bantuan rumah layak huni untuk penduduk di pulau terluar.

Para penerima bantuan tersebut juga telah disurvey sesuai syarat dan ketentuan sebagai penerima zakat. Berdasarkan laporan karyawan yang berada di pulau Kundur, saat ini bantuan tersebut  berupa program layak rumah di Pulau Kundur, kepulauan Riau.

Lokasi ini berada cukup jauh. Dari Jakarta, penerbangan Jakarta – Batam memerlukan waktu tempuh 1,5 jam, kemudian dilanjutkan perjalanan darat dari bandara menuju Dermaga Sekupang selama 45 menit. Selama 3 jam berlayar, perjalanan harus transit di Tanjungbalai Karimun. Belum lagi saat menuju selat Belia, dimana pada musim hujan, gelombang laut tinggi sehingga perlu waktu lebih lama untuk sampai di pulau Kundur.

Saat penyerahan bantuan dilakukan, turut serta Kepala Bagian Layanan UPZ BAZNAS, Mohan; Kepala Unit Penambangan Laut Wilayah Operasi Kepulauan Riau & Riau PT Sabtu Timah Tbk, Edy Satyawarman; Camat Kundur Barat, Anji Trisno; Camat Kundur Utara, Heri Jadi Novaldinata serta sejumlah aparat dan tokoh masyarakat desa setempat.

“Program ini diharapkan dapat mendorong penghidupan yang layak masyarakat pulau terluar, menjadi syiar zakat serta pelaporan UPZ PT Timah kepada karyawannya atas zakat penghasilan yang telah ditunaikan melalui BAZNAS,“ kata Kepala UPZ BAZNAS PT Timah Tbk, Dodi Setiabudi (11/12).

Dok. BAZNAS

Kabag Layanan UPZ BAZNAS, Mohan, menjelaskan, bersama PT Timah, BAZNAS sangat berkomitmen dalam program pengentasan kemiskinan. Sampai saat ini, BAZNAS bersama UPZ PT Timah telah menyalurkan dana sebesar Rp 500 juta untuk program rumah layak huni untuk 100 warga yang tergolong mustahik.

Program ini sebagian dibiayai dengan dana zakat penghasilan karyawan PT Timah yang ditunaikan melalui BAZNAS. Hampir semua karyawan anak perusahaan tambang BUMN PT Inalum ini menunaikan zakat melalui pemotongan gaji otomatis atau payroll system.

“Pembayaran zakat penghasilan dilakukan oleh bagian SDM dan keuangan perusahaan. Insya Allah karyawan PT Timah bisa dipastikan telah menerima gaji yang bersih dan berkah,” tutur Mohan.

Dia menambahkan, penyaluran zakat untuk masyarakat dhuafa pulau terluar bersama UPZ PT Timah Tbk, diharapkan bisa menjadi salah satu portofolia pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Mohan juga berharap agar  pengelolaan dana zakat yang profesional, transparan, akuntabel dan efektif oleh PT Timah melalui BAZNAS dapat mendorong BUMN, BUMS, kementerian dan lembaga negara lainnya membentuk UPZ dan menyalurkan zakatnya via BAZNAS.

Di tempat yang sama, Camat Kundur Barat Anji Trisno, menyampaikan apresiasi dan terima kasih dari warganya untuk BAZNAS dan PT Timah Tbk.

Dia berharap program ini dapat bersinambungan dan ke depan tidak hanya berupa bantuan rumah, tetapi juga program pemberdayaan ekonomi untuk mendorong percepatan pembangunan desa.

“Semoga BAZNAS semakin sukses dan PT Timah menjadi BUMN yang labanya terus meningkat dan karyawannya dapat terus berbagi untuk masyarakat lemah melalui dana zakat,” katanya yang diamini Camat Kundur Utara, Heri Jadi Novaldinata.

Kepala Unit Penambangan Laut Wilayah Operasi Kepulauan Riau PT & Riau PT Timah Tbk, Edy Setyawarman juga berharap masyarakat dapat menerima dan menjaga dengan baik bantuan rumah layak huni, sehingga terjalin interaksi yang baik antara karyawan PT Timah Tbk dengan masyarakat di Pulau Kundur.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]