× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

UOB Singapura Hentikan Kerjasama Perusahaan Batubara

By Redaksi

Bank terbesar ketiga di Asia Tenggara mengumumkan penghentian pinjaman bagi perusahaan-perusahaan batubara untuk lebih fokus dalam proyek energi terbarukan di wilayahnya. Ini adalah bank ketiga yang menghentikan pinjaman (dari tiga bank terbesar Singapura) terhadap industri batubara.

United Overseas Bank (UOB) Singapura menghentikan pendanaan proyek energi batubara guna merespon tumbuhnya kepedulian di kalangan industri keuangan dalam mendanai sumber energi yang terkait perubahan iklim.

Keputusan ini diumumkan dalam rapat tahunan pada 26 April lalu. UOB merupakan bank terbesar ketiga Singapura yang memutuskan penghentian pinjaman tersebut untuk keuangan berkelanjutan di Asia Tenggara. Sebelumnya manajemen Bank OCBC mengumumkan penghentian pinjaman untuk pembangunan pembangkit energy batubara pada 15 April. Keputusan itu lalu diikuti Bank DBS dua hari berselang. 

Jurubicara UOB mengatakan pada wartawan, bank menghentikan pinjaman seluruh pembangunan pembangkit energy batubara sejak Januari 2018. Selain itu, OUB pun menolak bentuk kerjasama baru terkait pinjaman pada perusahaan energy batubara.

“Sejauh ini kami tidak lagi punya kerjasama baru,”kata jurubicara tersebut. “Kami sedang fokus mengindentifikasi kesempatan guna menyediakan untuk pengembangan energi terbarukan.“ Hal itu menurutnya guna membantu klien mereka lebih mengembangkan sumber energi terbarukan.

Aksi ini menandai perubahan kebijakan bank ketiga terbesar di Asia Tenggara ini, setelah sebelumnya menyatakan tetap memberi pinjaman pada industri batubara. Mereka beralasan bahan bakar fosil masih menjadi primadona dalam menyokong pertumbuhan ekonomi.

Merujuk pada laporan Badan Energi Internasional, batubara masih menyokong 40% energi di Asia Tenggara di sampai tahun 2040. Terutama di negara-negara berkembang seperti Vietnam dan Indonesia, yang lembaga keuangannya masih mendukung batubara guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.

UOB adalah bank ketiga terbesar di Asia Tenggara setelah DBS dan OCBC menurut data Market Forces di tahun lalu. UOB telah memberi pinjaman hingga USD 262 juta dalam lima tahun terakhir. Bank-bank di Singapura adalah yang pertama di kawasan Asia Tenggara yang berani mengatakan tidak pada industri batubara sebagai penghasil emisi rumah kaca terbesar.

Jeanne Stampe, kepala finansial keberlanjutan Asiauntuk World Wide Fund for Nature (WWF) menyampaikan apresiasi atas kebijakan pendanaan energi yang diambil bank-bank di Singapura. “Ini adalah langkah kunci untuk menyelaraskan portfolio pendanaan mereka dengan Kesepakatan Paris (terkait perubahan iklim),”sambutnya.  

“Dengan mengambil kebijakan ini dan berkontribusi terhadap aksi iklim, merupakan pesan yang kuat kepada bank lain dan penentu kebijakan di kawasan bahwa produksi dan pemakaian energi batubara bertentangan dengan pembangunan berkelanjutan,”pungkas Stampe.

Sumber dan Foto:
https://www.eco-business.com/news/uob-is-singapores-third-bank-to-quit-coal-power-lending-in-a-month/?fbclid=IwAR3ANtU3Ux3cDt3z0NbtZtNHgWEpjuKKHarzsVcY4VuKEYst_PRHBQRFtVs

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]