× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ulat Pemakan Plastik, Dapat Hancurkan Sampah

By Redaksi
Ulat Pemakan Plastik - CSIC

Sejumlah ilmuwan menemukan fakta riset menarik, bahwa ada ulat pemakan plastik yang bisa jadi solusi permasalahan sampah plastik.

Para periset di Universitas Cambridge, Inggris, telah menemukan keberadaan larva ngengat, yang bisa memakan zat lilin di dinding sarang lebah. Larva berupa ulat ini rupanya juga bisa mencerna plastik. Dari eksperimen yang dilakukan, serangga ini dapat mengurai ikatan kimia dalam plastik yang merupakan cara mereka dalam mencerna zat lilin pada sarang lebah.

Setiap kali dilakukan riset pastinya, bakal ada kemajuan yang yang mengikuti. Hasil satu riset biasanya membuka jalan bagi riset selanjutnya. Sekarang atau nanti, pastinya ada hal tak terduga terjadi. Contohnya, kasus makalah ilmiah yang dipubikasikan di Current Biology, yang mengungkapkan adanya spesies ngengat yang bisa makan plastik.

Plastik Berlubang Dimakan Ulat Larva Ngengat Setelah 30 Menit – CSIC

Riset yang diungkap makalah ini terinspirasikan dari Federica Bertocchini. Bertocchini adalah seorang peneliti serangga dan juga ilmuwan biologi dari Universitas Cantabria, di Spanyol.  Ia mengungkap bahwa ulat ngengat punya kemampuan melubangi dinding lilin di sarang lebah untuk mendapatkan madu. Untuk mengindentifikasi ulat ini, Bertocchini mengambil ulat tersebut dan memasukkannya ke dalam tas plastik dan membawa pulang. Beberapa saat kemudian, ia terkejut saat melihat tas plastiknya berlubang-lubang, sementara ulat-ulat tersebut menempel dimana-mana di dalam rumahnya.   

Diketahui setiap tahunnya, sekitar 80 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia. Plastik ini dimanfaatkan dengan beragam tujuan, seperti tas, pengemas makanan, dan penggunaan lainnya. Namun butuh ratusan tahun sampah plastik tersebut bisa terurai.

Di sisi lain, ulat dari ngengat (Galleria mellonella) dapat membuat lubang pada kantung plastik di bawah hitungan jam. Dr. Paolo Bombelli, seorang ahli biokimia, di Universitas Cambridge adalah orang yang telah meneliti serangga ini.

“Serangga ini adalah titik permulaan,” ungkap Paolo kepada pewarta BBC. “Kita hanya perlu lebih jauh memahami mekanisme prosesnya”. Dengan penemuan ini, Paolo berharap, bisa menemukan solusi terkait mengeliminir dari sampah plastik ini.

Dr. Paolo dan rekan sejawatnya, Dr. Federica Bertocchini dari Universitas Cantabria dan anggota Dewan Riset Nasional di Spanyol telah mematenkan penemuan mereka ini.

Keduanya berupaya memecahkan misteri terkait unsur kimiawi di balik proses terurainya plastik secara alami. Mereka berpikir mikroba di dalam perut ulat termasuk serangga dimaksud berperan dalam penguraian plastik. Bila proses kimiawi bisa diidentifikasi, hal ini bisa menjadi solusi meredam permasalahan plastik yang sangat mencemari lingkungan.

“Kami sedang berupaya mengimplementasikan penemuan ini cara yang layak menyingkirkan sampah plastik. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan laut, sungai, dan seluruh lingkungan dari bertambahnya sampah plastik,” tegas Dr. Frederica Bertocchini.

“Namun penemuan ini tidak lantas membenarkan perilaku membuang sampah plastik sembarangan,” kata ilmuwan ini mengingatkan.

Penelitian sudah dipublikasikan di dalam jurnal ilmiah, Current Biology.

Sumber:
https://www.bbc.com/news/science-environment-39694553

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]