× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Uighur di Uzbekistan: Terima Kasih atas Kepedulian Bangsa Indonesia

By Redaksi

Bagi sebagian orang, perhatian adalah bentuk kepedulian paling sederhana yang sangat berharga. Sebagaimana disampaikan sejumlah diaspora Uighur yang ditemui Tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Uighur I di Uzbekistan selama beberapa pekan terakhir ini. Ungkapan terima kasih senantiasa diucapkan atas perhatian yang diberikan rakyat Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam memberikan dukungan kepada mereka.

Rudi Purnomo dari Tim SOS untuk Uighur I mengatakan, diaspora Uighur di Uzbekistan yang ia temui begitu tak mengira dikunjungi oleh saudara jauh dari Indonesia. Terlebih dengan dukungan moril dan dari masyarakat Indonesia yang disuarakan secara massif beberapa waktu lalu hingga kini.

“Sejumlah diaspora Uighur yang kami temui selalu mengucapkan rahmat, yang bermakna terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian bangsa Indonesia terhadap mereka,” kata Rudi, Ahad (13/1).

Uzbekistan disebut sebagai salah satu negara tempat diaspora Uighur berada. Di Uzbekistan, warga keturunan Uighur tergabung dalam sejumlah kelompok komunitas (mashrab). Masing-masing kelompok mashrab berwenang membantu sejumlah masalah kebutuhan keluarga dalam kelompok mereka.

Sabtu (12/1), Tim SOS untuk Uighur I masih dalam misinya menunaikan amanah masyarakat Indonesia dalam membantu etnis Uighur. Hari itu tim mengunjungi belasan keluarga Uighur yang tersebar di wilayah Keles, Sergeili, dan Medgorodoc.

“Alhamdulillah kemarin implementasi kedua terkait musim dingin untuk Uighur di Uzbekistan telah tertunaikan, ada 11 keluarga Uighur yang diberikan bantuan paket pangan musim dingin,” lapor Rudi, Ahad (13/1).

Rudi menyampaikan, diaspora Uighur di Uzbekistan pun berharap memiliki pusat budaya. Harapannya, dengan adanya pusat budaya, warga dunia lebih memahami keberadaan etnis Uighur terutama di Uzbekistan. Mereka pun berterima kasih kepada bangsa Indonesia yang hingga kini terus memerhatikan keberadaan etnis Uighur.

“Mereka bersyukur kepada Allah bahwa masih ada yang peduli dengan mereka di Uzbekistan ini dan diberikan bantuan dari sahabat-sahabat muslim di Indonesia. Mereka mendoakan bangsa Indonesia yang terbaik untuk segala urusan dan berharap mereka tidak dilupakan,” pungkas Rudi.

Rasa syukur atas besarnya kepedulian masyarakat Indonesia tidak hanya dirasakan oleh diaspora Uighur di Uzbekistan, namun juga di Turki. Hal ini disampaikan oleh Seyit Tumturk selaku Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur pada diskusi media bersama ACT dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Sabtu (12/1) lalu.

Pada pertemuan itu, Seyit mengatakan, selama puluhan tahun konflik Uighur terjadi, tidak ada yang benar-benar menyuarakan penindasan yang dialami Uighur atau membela nasib Uighur secara terang-terangan. Sampai pada akhir 2018 lalu, masyarakat Indonesia melakukan protes besar-besaran atas ketidakadilan yang dialami Uighur.

“Ini amat berarti bagi 35 juta diaspora Uighur dunia. Semua diaspora Uighur di mana pun menyaksikan sejarah baru ini, bahwa ada yang membela nasib mereka, yakni masyarakat Indonesia. Saya atas nama 35 juta warga Uighur dunia, mengucapkan terima kasih kepada ACT dan kepada seluruh muslim Indonesia, yang telah mengambil tanggung jawab umat ini, dan menjadi contoh seluruh umat muslim di dunia. Semoga Allah meridai kita semua,” pungkas Seyit.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]