× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Turis Bisa Menularkan Virus COVID-19 pada Gorila

By Redaksi
Seorang Petugas Penangkaran Gorila di Taman Virunga, Kongo, Beraksi Selfie Bersama Gorila. Foto : Ranger Mathieu Shamavu via BBC

MajalahCSR.id – Manusia ternyata berpotensi menularkan virus corona pada gorilla. Hal ini diungkapkan para akademisi di Oxford Brookes University. Media ancaman penularannya dikhawatirkan para turis yang berkunjung ke pegunungan habitat gorilla di Afrika Timur.

Para ahli tersebut melakukan riset dengan mengamati lebih kurang 1.000 foto di Instagram. Para turis disinyalir mengambil foto yang jaraknya terlalu dekat pada gorilla. Hal inilah yang lantas menimbulkan kekhawatiran terjadinya penularan.  

“Risiko transmisi penyakit dari pengunjung ke gorilla perlu jadi perhatian,” kata Gaspard van Hamme, penulis riset dan alumnus dari Oxford Brookes University Primate Conservation. “Sangat penting jika kita memperketat aturan tur guna memastikan gorilla tidak berada dalam ancaman (penyebaran COVID-19).”

Para periset mengkhawatirkan hal ini karena sebelumnya muncul kasus penularan. Mengutip informasi Oxford Brookes University, pada Januari kemarin, sejumlah gorila di kebun binatang San Diego, Amerika Serikat tertular virus yang berasal dari perawatnya.

Magdalena Svensson, tenaga pengajar dari Oxford Brookes University, mengingatkan bahwa kebanyakan turis tidak mengenakan masker saat berinteraksi dengan kerabat orangutan ini.

“Dalam foto (yang diamati), kami menemukan bukti, para turis tersebut sangat jarang memakai masker kala berkunjung dan berinteraksi dengan gorilla,” keluh Svensson. “Dengan orang-orang yang sudah mulai terbiasa memakai masker, kami berharap ke depan orang-orang pun bakal memakai masker untuk kegiatan kunjungan ke habitat gorilla.”

Pengunungan gorilla adalah habitat asli di Afrika Timur. Di sana terdapat populasi besar gorila yaitu di Kongo, Rwanda, dan Uganda. Populasi itu sempat menyusut. Salah satunya akibat aktivitas perburuan illegal. Namun, dalam beberapa tahun ini, muncul peraturan yang lebih tegas dan keras untuk  mengawasi habitat. Kebijakan ini menyebabkan populasi gorilla kembali bertambah. Saat ini, terdapat 1.063 gorila di lokasi tersebut yang membutuhkan perlindungan.  

“Riset ini menampilkan perspektif yang berharga di mana para turis terlihat dalam jarak yang terlalu dekat,” kata Gladys Kalema-Zikusoka dari`Badan Konservasi Kesehatan Publik, Uganda. “Ini menjadi catatan bagi para turis agar berperilaku lebih  bertanggung jawab untuk meminimalisasi penularan COVID-19 pada habitat gorilla.”  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]