× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Tujuh Gedung yang Adopsi Green Building di Jakarta

By Redaksi

Bangunan ramah lingkungan telah lama menjadi pertimbangan mereka yang bergelut di bidang properti. Termasuk di Indonesia. Banyak kalangan yang ingin menjadi bagian dari solusi mengatasi permasalahan lingkungan global. Bidang propertipun tak mau ketinggalan.

Disebut ramah lingkungan karena pilihan material bangunan seperti pemanfaatan bahan daur ulang dari sisa penggunaan sumber daya alam. Selain itu, niilai ekologis didapatkan dari bangunan yang hemat akan energi dari sisi tata ruang, daur ulang air tanah, kualitas sirkulasi, dan upaya pelestarian alam sebagai bagian dari tanggung jawab bangunan. 

Berikut ini beberapa green building di Indonesia yang cukup dikenal:

1. Sequis Center

Sequis Center mendapatkan sertifikat Gold Greenship Existing Building 1.0 dari  Green Building Council Indonesia (GBCI). Gedung ini dinobatkan sebagai gedung ramah lingkungan karena terbukti bisa melakukan penghematan energi listrik hingga 28,12 persen. Sedangkan pemanfaatan air, Sequis Center berhasil menghemat hingga 28, 26 persen.

Keberhasilan Sequis Center karena menerapkan program menjaga kesimbangan ekosistem lingkungan berjangka panjang yang disebut Farpoint. Green building Sequis Center berfungsi sebagai perkantoran dan perniagaan, ada di  kawasan Sudirman, Jakarta

2. Menara BCA

Dengan ketinggian bangunan mencapai 230 meter, Menara BCA menerapkan sistem pengelolaan energi yang hemat, mulai dari sirkulasi udara, pemanfaatan air tanah yang stabil, material bangunan, dan energi listrik. Gedung ini berhasil mendapatkan sertifikat Greenship EB Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Arsitekturnya juga khas, yakni kaca berwarna biru yang berpadu harmoni dengan alam.

Menara BCA berada di kawasan mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat, difungsikan sebagai area perkantoran dan niaga.

3. Kementerian PU

Bukan hanya kalangan swasta yang menerapkan green building untuk lingkungan kerjanya, gedung pemerintah juga tak mau ketinggalan. Salah satunya adalah Kantor Kementerian  Pekerjaan Umum (PU). Gedung ini mendapatkan sertifikat Greenship level Platinum pada 2013 lalu atas keberhasilannya melakukan penghematan energi hingga 60 persen. Angka ini paling tinggi dari semua green building yang ada di Indonesia.

Gedung Kementerian PU tercatat mengeluarkan biaya sebesar 40 persen untuk tagihan listriknya. Hal unik lainnya adalah gedung ini melakukan daur ulang air hujan. Pihak manajemen gedung juga berkomitmen untuk terlibat dalam perencanaan berkelanjutan untuk ikut menjaga keamanan iklim global.

4. Pacific Place

Pacific Place menjadi pusat perbelanjaan pertama yang meraih Greenship EB Platinum oleh Green Building Council Indonesia (GBCI). Tahun 2014, gedung ini dinilai sebagai gedung ramah lingkungan dan merupakan pusat perbelanjaan terbaik di Jakarta. Penghargaan lain juga telah diterima gedung ini, yakni 1st Runner-Up untuk Energy Efficient Building pada ASEAN Energy Awards (2011), Efisiensi Energi Nasional dalam Kategori Manajemen Energi Pada Bangunan Gedung (2012), dan Efisiensi Energi Nasional dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (2013).

Program peduli lingkungan yang dilakukan oleh Pacific Place di antaranya adalah melakukan recycle, reschedule, readjust, dan replacing demi tercipta keseimbangan ekosistem lingkungan. Sebagai contoh, gedung ini menerapkan reschedule penggunaan listrik dengan mengulur waktu selama 10 menit dari jadwal. Pada penggunaan AC, dilakukan satu derajat dari biasanya.

5. Sampoerna Strategic Square

Sampoerna Strategic Square dengan Twin Tower-nya telah menjadi salah satu ikon Jakarta. Berdiri sejak 1996 gedung ini dibangun dengan arsitektur klasik ala Eropa. Di samping bentuknya yang menawan, Sampoerna Strategic Square ternyata merupakan green building  yang mengantongi sertifikat Greenship Existing Building dengan pencapaian Gold pada 2012 lalu.

Sampoerna Strategic Square berhasil melakukan penghematan air hingga 42 persen. Gedung ini memaksimalkan pemantauan penggunaan energi dengan efisiensi. Manajemen lingkungan Sampoerna Strategic Square menerapkan daur ulang sampah, sirkulasi udara bersih, bahkan membentuk green team khusus yang bertugas memperhatikan perkembangan lingkungan.

6. L’oreal Indonesia Office

L’oreal Indonesia berhasil menerapkan Farpoint untuk lingkungan gedungnya. Dengan Farpoint, L’oreal Indonesia sukses menjaga stabilitas lingkungan yang baik di area operasi perusahaan terutama pabrik. Perusahaan ini juga mendaur ulang air tanah dan limbah.

Atas komitmennya terhadap lingkungan, L’oreal Indonesia mendapatkan predikat sebagai pabrik pertama yang menyabet penghargaan sertifikasi Leadership in Energy & Environmental Design (LEED) pada 2012, dan Greenship Interior Space pada dua tahun berikutnya.

7. Wisma Subiyanto

Wisma Subiyanto mendapat anugerah sertifikasi Greenship Silver untuk kategori New Building atau Bangunan Baru di tahun 2015. Meski terbilang gedung baru, namun Wisma Subiyanto berhasil menunjukkan capaian yang baik.

Wisma Subiyanto merupakan gedung yang digarap oleh PT PP Persero (Pembangunan Perumahan) dengan menerapkan konsep hijau atau green building sebagai upaya terlibat menjaga ekosistem lingkungan di masa depan.

Itu dia tujuh gedung di Jakarta yang dikenal menerapkan konsep green building. Semoga makin banyak bangunan lain, utamanya gedung-gedung pencakar langit yang memiliki konsep serupa, demi bumi yang terus terjaga.

www.spacestock.com

Keywords:

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]