× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Trump Buka Habitat Burung Hantu Demi Industri Kayu

By Redaksi
Ilustrasi Burung Hantu dan sarangnya. Foto : Brian E.

MajalahCSR.id ‚Äď Di penghujung kekuasaannnya, pemerintah Donald Trump kembali membuat kebijakan kontroversial yang mengancam habitat burung. Dalam hitungan minggu sebelumnya, pemerintah AS menangguhkan kebijakan perlindungan migrasi burung dari ancaman kematian akibat operasional perusahaan minyak.

Pada minggu kemarin, kebijakan baru diluncurkan dengan mengubah fungsi hutan sebagai habitat burung hantu di barat daya Pasifik menjadi hutan produksi. Kebijakan ini mengancam habitat burung hantu yang terlindungi.   

Putusan ini diambil oleh Departemen Perikanan dan Habitat Liar dan mengentaskan usulan perlindungan 9,5 juta ekar atau 3,84 juta hektar untuk habitat burung hantu pada 2013 lalu. Kasus ini bermula dari usulan asosiasi perkayuan setempat, yang akhirnya disetujui departemen tersebut. Asosiasi meminta pembebasan lahan seluas 80,94 hektar dari aturan perlindungan. Tetapi pada kenyataannya ada opsi pembukaan lebih dari 1,37 juta hektar dari status hutan perlindungan.

‚ÄúRevisi peraturan ini memastikan kami memulihkan habitat burung hantu agar bertetangga dengan warga pedesaan dalam habitat yang diawasi dan bertanggung jawab,‚ÄĚ jelas Aurelia Skipwith, Direktur Departemen Perikanan dan Habitat Liar dalam pernyataannya.

Mengutip The New York Times, keputusan kontroversial itu segera mengundang aksi protes dari kelompok konservasi habitat liar. Menurut Susan Jane Brown, pengacara lingkungan dari Western Environmental Law Center, para pegiat konservasi memprotes kebijakan itu dan akan mengambil langkah hukum terhadap Departemen Perikanan dan Habitat Liar.  

‚ÄúSaya mendapat banyak keluhan dari para ahli biologi yang mengatakan kebijakan itu akan membuat burung-burung tak mampu bertahan,‚ÄĚ ucap Susan.

Data yang dikeluarkan oleh Departemen Perikanan dan Habitat Liar sendiri dianggap kontradiksi atau bertentangan. Dalam riset resmi departemen tersebut, habitat burung hantu diakui mengalami penyusutan, meskipun dilakukan penyesuaian kondisi habitat. Habitat burung hantu sudah dilindungi sejak 1990, tetapi jumlahnya terus berkurang rata-rata 4% per tahun.   

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]