× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Transformasi Petani sebagai Penggerak SDGs

By Redaksi
Kabupaten Rokan Hulu, Musi Banyuasin, Siak, Sigi, Labuanbatu Utara, Sintang, dan Batanghari menandatangani deklarasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Juli 2017. LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif.

Jakarta – Majalahcsr. Pembangunan berkelanjutan termasuk upaya di tingkat nasional terkait regulasi, tata niaga, kelembagaan dan implementasi program yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) memerlukan komitmen serius dari pemerintah daerah.

Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bersama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan jejaring mitra terkait, perwakilan kabupaten/kota menggelar rangkaian diskusi dan peresmian “Menuju Kabupaten Lestari Transformasi Petani sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan” yang dihadiri sejumlah kabupaten/kota di Jakarta, Jumat (21/7).

Pada Desember 2016, perwakilan dari delapan kabupaten dari enam provinsi yakni Musi Banyuasin, Rokan Hulu, Siak, Batanghari, Labuan Batu Utara, Sintang, Sanggau, dan Sigi bekerjasama dengan jejaring mitra pembangunan dan APKASI menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama untuk pembentukan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Diskusi tentang Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dihadiri sejumlah narasumber seperti Rakhmat Witoelar, Staf Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Sekjen APKASI sekaligus Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Diskusi digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (21/7).

LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif.

Inisiatif Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan APKASI ini dapat menjadi gerakan yang nyata apabila diterjemahkan menjadi dokumen perencanaan, rencana tata ruang, dan alokasi anggaran yang sesuai dengan visi dan misi pembangunan berkelanjutan. Kita semua sadar bahwa tidak sedikit tantangan yang dihadapi pemerintah kabupaten, termasuk dari sisi sumber daya, kepentingan, kapasitas, serta fokus pembangunan masing-masing kabupaten. Tahun 2017 menjadi kunci karena diharapkan setiap kabupaten telah berhasil merumuskan rencana aksi daerah untuk implementasi SDGs di kabupatennya.

“Anggota LTKL dapat menjadi champion yang menggerakkan semangat berkolaborasi, tukar pengetahuan dan informasi, serta bekerjasama antar-kabupaten untuk penerapan langkah mencapai pembangunan kabupaten secara berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam kebijakan, perencanaan, anggaran, dan implementasi program-program di kabupaten,” jelas Rakhmat Witoelar, Staf Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim.

Perwakilan Kabupaten Rokan Hulu, Musi Banyuasin, Siak, Sigi, Labuanbatu Utara, Sintang, dan Batanghari menandatangani deklarasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Juli 2017. LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif.

Sekretaris Jenderal APKASI sekaligus Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengatakan, Lingkar Temu KabupatenLestari punya potensi besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor pengembangan ekonomi. “Kami perlu bekerjasama untuk mengangkat harkat petani di berbagai wilayah nusantara maupun ekonomi nasional melalui kepastian hukum dan tenurial serta skema pendaan inovatif guna memfasilitasi petani meningkatkan daya saing. Sektor pertanian adalah infrastruktur dasar yang perlu kita bangun. Hari ini menjadi momen bagi kita bersama untuk saling berbagi ilmu agar bermanfaat bagi masyarakat semua,” jelas Nurdin.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing. “Program ini berkaitan erat dengan semangat dan tema APKASI Otonomi Expo 2017 yakni menumbuhkembangkan jiwa wirausaha daerah dalam menghadapi persaingan. Ini memang bukan hal mudah, untuk itulah perlunya kolaborasi antar-daerah,” papar Dodi.

Bupati Siak Syamsuar menyebutkan, daya saing dan semangat kewirausahaan menjadi titik penting bagi perkembangan kabupaten di Indonesia. Untuk mampu bersaing, kabupaten harus menunjukkan upaya konsisten untuk memastikan bahwa usaha, produk, dan jasa yang dihasilkan di kabupatennya dilakukan dengan bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan.

“Inisiatif seperti Lingkar Temu Kabupaten Lestari memberikan sinyal kuat bahwa kabupaten serius dalam memastikan hal tersebut. Perlu kolaborasi riil antara berbagai pemangku kepentingan baik di level nasional dan daerah serta dukungan dari komunitas internasional,” jelas Syamsuar.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (kiri baju batik) menandatangani deklarasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) didampingi Sekjen APKASI sekaligus Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (kanan baju putih) dan disaksikan Rakhmat Witoelar, Staf Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim (baju batik berdiri) di Jakarta Convention Center, Jumat 21 Juli 2017. LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif.

Gunawan dari koalisi petani mengatakan, upaya semua pihak untuk membantu petani menggerakkan ekonomi dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang selama ini menjadi masalah utama petani. Melalui dukungan yang diberikan stakeholders, petani diharapkan semakin sejahtera sekaligus mampu menciptakan lingkungan lestari.

Salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing. Petani sebagai pelaku usaha, warga desa dan konstituen kabupaten merupakan salah satu ujung tombak yang perlu dipicu untuk memiliki semangat kewirausahaan sehingga posisi tawar berbagai komoditas strategis di Indonesia dapat semakin meningkat.

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi komitmen dari pemerintah kabupaten untuk berkolaborasi. Kedepannya kami berharap semakin banyak pemerintah kabupaten yang bergabung sehingga kolaborasi bersama ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga kelestarian lingkungan” ujar Kepala Sekretariat Lingkar Temu  Lestari Gita Syahrani.

Kerja sama yang digagas dalam forum ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi kabupaten/kota sesuai dengan konteks daerah. Sehingga ke depan bisa didorong untuk mengimplementasikan kebijakan nasional, utamanya untuk sektor strategis, tentang bagaimana cara membangun ekonomi daerah dengan dampak nyata untuk masyarakat tanpa merusak fungsi lingkungan.

 

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]