× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Tips Mengurangi Limbah Sisa Makanan Saat Wabah

By Redaksi
Ilustrasi Makanan. Foto : Istimewa/inhabitat

MajalahCSR.id – Di tengah penyebaran wabah yang hitungannya berlipat-lipat, orang-orang cenderung menjadi panik dan memborong bahan makanan. Alhasil, aksi ini turut memicu terjadinya tumpukkan limbah makanan yang mengancam lingkungan.

Sementara, restoran dan pelaku usaha perkebunan dan pertanian membuang produk yang tak laku, termasuk susu. Limbah makanan diketahui menghasilkan 8% dari total emisi di dunia. Sebuah studi menunjukkan limbah makanan dari 3 jenis makanan berkalori, cukup memberi makan 3 miliar mulut, atau 10 kali lebih banyak dari jumlah populasi di Amerika. Keluarga Amerika rata-rata membuang limbah makanan senilai USD 1.866 per tahun. Situasi pandemi bisa mendorong jumlah sisa makanan terbuang yang lebih buruk lagi.

Menurut The New York Times, petani dan peternak di Amerika terpaksa membuang 10 juta pon atau sekira 5 juta kilogram makanan yang tak terjual karena sekolah, restoran, dan hotel yang ditutup. Mereka terpaksa membuang produk, karena saat masa sulit ini, mereka tak punya dana untuk mendistribusikan produknya.

Ilustrasi Makanan. Foto : Istimewa/inhabitat

Para peternak susu sapi diperkirakan membuang 3,7 juta galon susu tiap hari. Telur? Sama parahnya. Jumlah telur yang dihancurkan pun diestimasi mencapai 750.000 butir per minggunya. Di sisi lain, akses ekspor pun mandek, karena dunia tengah dicengkram kesulitan ekonomi akibat pandemi.  

Kesulitan pangan di dunia termasuk di negara sebesar Amerika mulai terasa. Menurut lembaga sosial lokal, Feeding America, tercatat 98% dari bank makanan mengalami kenaikan permintaan layanan sejak awal Maret lalu. Celakanya, 59% dari jumlah bank makanan yang ada mengaku kekurangan stok pangan. COVID-19 telah menghancurkan nyaris seluruh aspek dari rantai pasok.

Organisasi non pemerintah internasional, The World Wildife Fund (WWF) berinisiatif untuk memberi solusi. Mereka mengkampanyekan program Further With Food yang mengajak orang-orang dari berbagai latar belakang industri makanan dan juga pendidikan keilmuan menemukan cara mengurangi limbah makanan. Organisasi ini juga menyediakan kelas pemahaman soal keberlanjutan, konservasi air, dan hubungan antara makanan dan lingkungan.

Sekedar informasi, tanggal 29 April diperingati sebagai Hari Mengurangi Limbah Makanan. Sejak 29 April 2017 lalu, warga dunia selalu diingatkan soal ancaman limbah makanan terhadap lingkungan. Hal ini untuk membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang digagas Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2030 mendatang.

Ilustrasi Makanan. Foto : Istimewa/inhabitat

Meskipun banyak orang di seluruh dunia dalam kondisi sulit, pandemi virus corona juga membawa banyak kesempatan unutk mengubah kebiasaan keliru, terutama soal makanan. Untuk menghindari dampak limbah sisa makanan berlebih, seperti dikutip dari Inhabitat,  ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan.

Membuat perencanaan ke depan

Rencanakan menu makanan anda ke depan agar tak meninggalkan sisa makanan sehingga menjadi limbah. Kadang hal sederhana seperti membuat daftar atau menengok stok di dapur sebelum pergi berbelanja dapat mengirit waktu, dan juga uang.  

Mencoba resep baru

Jika terbersit mencoba sejumlah menu baru dari Pinterest, ini saatnya. Mencari resep lain di media sosial, bertanya kepada teman, berselancar di internet untuk resep kreatif, semuanya bisa membawa anda menemukan cara baru mengolah stok yang sudah ada.

Menyimpan agar awet

Agar makanan awet tentunya perlu diolah. Bawang merah agar awet bisa dijadikan acar dulu unutk digunakan pada resep berikutnya. Ya, semua ornag tahu jika lemari pendingin pun adalah media pengawet makanan dan bahan makanan. Kita bisa mengupas buah pisang, menyimpannya dalam Kontainer lalu memasukannya ke dalam lemari pendingin agar bisa diubah jadi minuman smoothies yag tetap segar setelahnya.

Manfaatkan setiap bagian makanan

Simpan sisa tangkai jamur, sisa bawang merah, rempah-rempah, irisan wortel, dan daun seledri dapat dimasukkan ke dalam lemari es untuk dijadikan campuran kaldu. Sisakan bagian karkas jika anda memanggang ayam utuh. Meskipun memakan berjam-jam, membuat kaldu tulang tak repot, dapat menjadi campuran masakan lain untuk penambah nutrisi dan tak perlu membeli stok baru.

Mempelajari trik lain

Jika bahan sayuran atau buah-buahan di lemari pendingin mulai mengerut, segera dimanfaatkan. Sejumlah sayur, semisal selada, bisa kembali segar dengan direndam dalam air es. Asparagus akan lebih awet apabila jika membiarkannya basah atau lembab dengan membungkusnya memakai tisu basah, atau menyimpannya dalam semangkok air lalu dimasukkan ke dalam lemari es.  

Tingkatkan pengetahuan soal label makanan

Label makanan dapat begitu mengganggu bagi sebagian pembeli. Bahkan kadang pembeli melakukan kesalahan membuang makanan sebelum masa kadaluarsanya berakhir. Jadi, jangan khawatir dengan label kadaluarsa yang menempel pada makanan (“best by”, “sell by”, “best before”). Anda bisa mengecek laman otoritas badan pemeriksa makanan (di Indonesia BPOM) untuk tata cara penyimpanan makanan yang tepat.

Berbagi itu indah

Melalui masa sulit, frustasi dan rasa takut, manusia biasanya kuat saat bersama-sama. Meskipun kita tak sebebas sebelumnya untuk bertemu kolega, teman, sahabat, saudara, keluarga, tetangga, tapi berbagi makanan – jika kita bisa melakukannya – adalah hal yang dibutuhkan saat ini. Bila mampu, membeli makanan tak sekedar untuk sendiri melainkanjuga untuk membantu yang lainnya. Berbagi bisa dari resep, mendonasikan makanan lebih, untuk ke sesama atau bahkan ke bank makanan terdekat. Jangan lupa, kita bisa melewati saat sulit akibat wabah ini dengan cara bersama-sama.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]