× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Tingkat karbon dioksida mencapai 415 ppm, tertinggi dalam sejarah manusia

By Redaksi
Carbon Level - USA Today

Kalimat di atas adalah pernyataan ahli meteorologi Eric Holthaus dalam akun twitternya. “Bukan hanya yang tercatat dalam sejarah, bukan pula sejak penemuan pertanian 10.000 tahun yang lalu. Namun bahkan sejak sebelum manusia modern ada jutaan tahun yang lalu,” ungkap Holthaus yang sekaligus penulis majalah lingkungan, Grist.

Holthaus mengatakan, konsentrasi karbon dioksida (CO2) meroket jauh lebih tinggi dari level sebelumnya. Bahkan menurut data dari Scripps Institution of Oceanography di University of California-San Diego, levelnya belum setinggi ini selama jutaan tahun. Dalam kurun waktu 800.000 tahun sebelum Revolusi Industri, tingkat CO2 belum pernah melampaui angka 300.

Direktur Scripps, Ralph Keeling menyebutkan ada kecenderungan terjadi peningkatan  dibandingkan tahun lalu, yakni kemungkinan peningkatan hingga 3 ppm. Sedangkan hingga kini telah mencapai 2,5 ppm. Keeling dan ayahnya, Charles David Keeling, telah melakukan pengukuran kadar karbon dioksida di Observatorium Mauna Loa sejak 1958. Mereka menciptakan Kurva Keeling, grafik yang menunjukkan akumulasi CO2.

Seperti dikutip USA Today, para ahli mengatakan CO2 sebagai gas rumah kaca paling bertanggung jawab atas pemanasan global. Ketika bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas dibakar untuk memberi kekuatan pada dunia, mereka sekaligus melepaskan CO2 dan gas rumah kaca lainnya seperti metana.

Gas-gas ini berada di atmosfer selama puluhan ribu tahun, memerangkap radiasi matahari di atmosfer dan mendorong perubahan iklim. Pada pengukuran pertama, 1958, Kurva Keeling mencatat  konsentrasi karbon dioksida di atmosfer global mencapai 315 ppm. Konsentrasi CO2 melebihi 400 ppm untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 2013.

Para ilmuwan telah memberi peringatan jauh-jauh hari, tingkat karbon dioksida tinggi dapat menyebabkan pemanasan global di luar batas ‘aman’, di antaranya dapat mendorong kenaikan permukaan laut.

Keywords:

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]