× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Timor Leste Akan Menjadi Negara Bebas Sampah Plastik Pertama

By Redaksi
Bebas Sampah - Foto : Sindonews

Timor Leste berkomitmen untuk menjadi negara bebas sampah. Bersama tim peneliti dari Australia, negara yang dulunya bagian dari Indonesia ini akan membangun fasilitas daur ulang revolusioner senilai USD40 juta. Plastik-plastik tersebut akan diubah menjadi produk baru. Upaya ini menjadikan Timor Leste sebagai negara pertama di dunia yang mendaur ulang semua sampah plastiknya.

Penandatanganan kerjasama telah dilakukan, antara Pemerintah Timor Leste dengan Mura Technologi, Australia. “Kami telah menanda tangani memorandum of understanding dengan Mura Technologi untuk mendirikan lembaga nonprofit Respect yang akan mengelola fasilitas daur ulang plastik yang akan diluncurkan pada akhir 2020,” ungkap pernyataan pemerintah Timor Leste seperti dilansir Reuters.

Langkah negara yang merdeka tahun 2002 ini dipuji banyak pihak. Sang penemu teknologi daur ulang yang akan digunakan, Thomas Maschmeyer mengatakan, Timor Leste telah siap untuk menjadi negara netral plastik. “Plastik, jika Anda tidak kelola dengan baik, ini hal yang mengerikan. Tapi jika Anda dapat mengelola dengan baik, ini hal besar,” tutur Maschmeyer.

Seperti diketahui, di banyak negara Asia, kawasan dengan populasi dan ekonomi yang tumbuh pesat, disertai dengan garis pantai yang panjang serta populasi padat di perkotaan, menjadikan lautan penuh limbah dan sampah plastik. Bahkan dianggap sebagai kawasan yang plastiknya menjadi polusi terbesar bagi kehidupan laut. Lebih dari 8 juta ton plastik dibuang di laut dunia setiap tahun, atau sekitar satu truk per menit. China, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand disebut-sebut sebagai penyumbang terbesar.

Selain berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan satwa liar, sampah plastik merugikan pariwisata, industri perikanan, dan pelayaran. Kelompok Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik menyebutkan, kerugian pada sektor-sektor tersebut mencapai USD1,3 miliar per tahun.

Timor Leste sendiri dengan populasi 1,3 juta jiwa menghasilkan sekitar 70 ton sampah plastik per hari. Sebagian besar sampah dikumpulkan dari pantai dan wilayah perkotaan, lalu dibakar di tempat terbuka. Maschmeyer mengatakan, dengan teknologi pengolahan sampahnya menggunakan bahan kimia yang dapat mengubah sampah plastik dengan cepat, tanpa bahan bakar minyak. Hasilnya berupa cairan atau gas. Sejauh ini menurut Maschmeyer, belum ada teknologi daur ulang lainnya dengan kemampuan yang sama.

Keywords: ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]