× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Timah Komit Bantu Atasi Kemiskinan

By Redaksi
Dok. Timah

Jakarta – Majalahcsr. PT Timah (persero) Tbk berkomitmen untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam acara Forum CSR Kesos belum lama ini menyatakan bahwa kondisi sosial di Indonesia mengkhawatirkan, masih banyak area yang termasuk ke dalam kondisi miskin.

“Seperti yang dikatakan Mensos, kami sebagai salah satu BUMN yang ada di Indonesia merasa terpanggil dan siap mengambil bagian untuk pengentasan kemiskinan dan kondisi sosial, membantu masyarakat Indonesia yang berada di pelosok dan masih belum terjamah atau di bawah garis kemiskinan,” ujar Kepala Divisi PKBL dan CSR PT Timah (Persero) Tbk, Ali Syamsuri.

Selama ini pengelolaan CSR di Timah ada 3 hal, yaitu dana CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Sedangkan program CSR yang dilakukan oleh perusahaan adalah bagaimana mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di masyarakat, terutama di wilayah operasional yang ada di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Beberapa hal yang dilakukan perseroan terkait pengentasan kemiskinan dilakukan di ring satu operasional. Karena mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah nelayan, maka bantuan yang diberikan adalah mesin untuk nelayan, jaring dan lainnya.

Dok. Timah

Dok. Timah

Selain itu perseroan juga melakukan reklamasi yaitu transplantasi terumbu karang dan melepaskan rumpon diluar IUP Penambangan. Sehingga pada saat melakukan penambangan, aktivitas ini tidak terganggu.

Di bidang pendidikan, PT Timah juga membuat satu sekolah unggulan yang merekrut siswa-siswa yang berprestasi dan tidak mampu, khususnya di Bangka Belitung dan kepulauan Riau.

Sedangkan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), perseroan melakukan pembinaan yang sifatnya permodalan dan cara mempromosikan produknya. “Kedepan kami akan melakukan seleksi terhadap mitra binaan yang ada dan akan dilakukan pengembangan dari yang sudah ada, baik dari sisi produksi maupun pemasarannya. Jadi akan ada mitra unggulan pada tahun 2018,” pungkas Ali.

 

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]