banner
Dok. JnJ
Berita

Ternyata Infeksi Cacing Salah Satu Penyebab Stunting

1654 views

Jakarta – Majalahcsr. Stunting atau pertumbuhan yang tidak sempurna pada anak saat dirinya dewasa sedang diperangi oleh pemerintah Indonesia. Salah satu penyebab stunting adalah infeksi cacing yang dapat menyebabkan malnutrisi yang akhirnya menghambat pertumbuhan Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan fisik dan tumbuh kembang anak sehingga mereka tidak dapat berkembang secara optimal.

Berdasarkan data pada tahun 2015 dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, penyakit cacingan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan tingkat prevalensi hingga 28,12%. Parahnya, angka tersebut pun belum mewakili banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi prevalensi di atas 50%.

Lebih dari itu, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit cacingan dan gejala yang tidak terlihat, membuat penyakit ini menjadi sering terabaikan. Program ini juga telah menjadi salah satu fokus utama dari Presiden Joko Widodo yang menghimbau semua pihak, baik itu pemerintah pusat sampai desa untuk dapat menekan prevalensi angka stunting di Indonesia melalui berbagai upaya seperti menu bergizi untuk ibu hamil dan anak dan menggalakkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.

Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia, Devy Yheanne mengatakan, bahwa PT Johnson & Johnson Indonesia berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menekan tingkat infeksi cacing di Indonesia.

Dukungan perusahaan terhadap sejumlah program pemerintah Indonesia termasuk kampanye cacingan sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada Bulan Juni 2016 lalu, PT Johnson & Johnson Indonesia dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat bahkan telah menandatangani perjanjian kerjasama di Indonesia.

Tujuan perjanjian kerja sama tersebut adalah untuk melaksanakan kerja sama antara kedua belah pihak dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai Penyakit Cacingan. Sehingga masyarakat diharapkan dapat melakukan tindakan perlindungan dan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi masa depan anak-anak Indonesia sedini mungkin.

Kerjasama ini sekaligus menindaklanjuti pencanangan “Gerakan Waspada Cacingan” yang di prakarsai oleh PT. Johnson & Johnson Indonesia bersama TP PKK Pusat pada tahun sebelumnya, tepatnya 5 November 2015 dan telah diresmikan oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Devy menuturkan bahwa cacingan masih menjadi penyakit yang kerap diderita anak-anak di Indonesia dan prevalensi cacingan di Indonesia relatif masih tinggi dan menyebar di seluruh wilayah. Kerjasama tersebut merupakan komitmen Johnson & Johnson Indonesia untuk turut mendukung pemerintah Indonesia dalam menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat dan bebas cacingan sehingga mereka bisa berprestasi di sekolah dan bersaing di skala global di masa-masa mendatang.

“Demi mendukung anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, kami ingin mengajak para orang tua untuk melakukan pencegahan cacingan dengan cara memberikan obat cacing secara rutin setiap 6 bulan sekali atau minimal 1 tahun sekali pada anak, terutama jika anak sudah memasuki usia 2 tahun,” tutup Devy.

Belum lama ini, PT Johnson & Johnson Indonesia, melalui salah satu brand unggulannya, Combantrin, pada hari ini melaksanakan kegatan edukasi media bertajuk ‘Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi Yang Berdampak Stunting’.

Bekerja sama dengan Direktorat P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, acara edukasi media ini menghadirkan dua pembicara yaitu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), Kementerian Kesehatan RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, DSc. dan Spesialis Gizi Klinik dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi., Sp.GK.

Acara ini bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada publik melalui media sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang situasi terkini cacingan yang ditularkan melalui tanah di Indonesia.

 

 

banner