× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Terapkan Perikanan yang Berkelanjutan untuk Masa Depan Pasokan Ikan

By Redaksi

Bali ā€“ Majalahcsr. ProgramĀ Seafood SaversĀ berangkat dari kian besarnya kebutuhan pangan penduduk Bumi tetapi di sisi lain masih ada praktik-praktik perikanan tidak ramah lingkungan. Lebih dari delapan tahun berjalan, programĀ Seafood SaversĀ yang diinisiasi organisasi lingkungan WWF-Indonesia telah menunjukkan sejumlah pencapaian.

Pemimpin Program Bentang Sunda dan Perikanan WWF Indonesia, Imam Mustofa mengatakan untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan ini juga menghadapi lebih banyak tantangan. Praktik bisnis perikanan yang tidak ramah lingkungan misalnya penggunaan bom ikan atau cantrang yang tidak selektif menurut Imam, menyebabkan terjadinya kekurangan pasokan ikan (over fishing) maupun menurunnya sumber daya perikanan.

Imam menyebutkan data bahwa saat ini 72,2 persen 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) sudah mengalami kekurangan pasokan ikan. Sedangkan data dari Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyatakan bahwa 50 persen perikanan global sudah mengalamiĀ over fishing.

Dok. Mongabay

ā€œTak hanya di sektor penangkapan, sebagian budi daya perikanan pun masih menerapkan bisnis yang tidak berkelanjutan,ā€ lanjutnya dalam pertemuan tahunanĀ Seafood SaversĀ yang diadakan Senin-Selasa (7-8 Mei 2018) lalu di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, seperti yang dilansir oleh Mongabay.com, JumĆ”t (18/5).

Secara global, ada standarĀ Marine Stewardship CouncilĀ (MSC) untuk perikanan tangkap danĀ Aquaculture Stewardship CouncilĀ (ASC) untuk perikanan budi daya yang mengacu pada Kode Perilaku Perikanan yang Bertanggungjawab (CCRC) versi FAO. ā€œMelaluiĀ Seafood Savers, kami memberikan pendampingan teknis kepada perusahaan-perusahaan perikanan agar bisa mencapai standar ASC maupun MSC,ā€ tambahnya.

Tujuannya, kata Imam, selain untuk menjaga masa depan sumber daya perikanan juga untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan posisi tawar produk ikan Indonesia di pasar global.

Dok. Mongabay

Sejumlah perusahaan bidang perikanan hadir pada pertemuan tahunanĀ Seafood Savers (7-8/5) yaitu dari sektor penangkapan, budi daya, ataupun pembeli, seperti PT Balinusa Windumas, PT Samudera Eco Anugerah, Celebes Rumput Laut, dan PT Samudera Eco Anugerah. Perusahaan yang hadir antara lain dari Denpasar, Probolinggo, Sidoarjo, Makassar, dan kota lainnya.

Komoditas mereka beragam, seperti udang windu, udang vaname, rumput laut, ikan karang, tuna, dan lain-lain. Mereka terikat komitmen bersama agar bisnis perikanan di Indonesia lebih berkelanjutan, sebagaimana dicita-citakan dalam programĀ Seafood Savers.

Keywords: , ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]