× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Tepian Kelana Berjuang Sendiri, Mampukah?

By Redaksi

PT Pertamina (Persero) meluncurkan Web Series terbaru bertajuk “Tepian Kelana” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/2). Web Series bergenre petualangan ini berpesankan nilai kejujuran, kerja keras dan harga diri  tak berarti apa-apa, bila tak mampu bersinergi dengan sekitar.  Sinergi menjadi salah satu kunci sukses, karena sehebat apapun kita, tak akan mampu melakukan hal besar seorang diri tanpa campur tangan Sang Pemilik kehendak yang lebih besar.

Media Communication Manager, Arya Dwi Paramita menyatakan, pesan utama dari web series “Tepian Kelana”  adalah tagline Pertamina yakni sinergi.  Di usianya yang ke-61 tahun, Pertamina terus mengokohkan diri sebagai perusahaan migas menuju kelas dunia di atas landasan sinergi.

“Pertamina ingin menyampaikan pesan pentingnya sinergi dalam meraih kesuksesan kepada generasi milenial sebagai penerus masa depan bangsa. Sinergi dengan rekan kerja, sinergi dengan teman, sinergi dengan partner hingga sinergi dengan alam dan lingkungan. Pertamina memakai medium web series untuk menyampaikan pesan (pentingnya) bersinergi agar mudah dipahami dan diterima oleh generasi milenial,” imbuh Arya pada laga premiere web series tersebut.

Konsep web series, lanjut Arya,  sesuai dengan era digital dan juga semangat digitalisasi di lingkungan Pertamina. Budaya digital juga mendorong generasi milenial menggandrungi web series yang filmnya berdurasi lebih pendek, cerita lebih beragam serta mudah diakses melalui gawai. Generasi  milenial lebih menyukai film dengan keberagaman cerita dengan durasi singkat dan konten yang bervariasi.

“Tepian Kelana nantinya akan ditayangkan secara rutin di akun Youtube @pertamina, semua bisa mengaksesnya dengan mudah dimanapun dan kapanpun. Selain untuk hiburan, harapannya web series ini bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda, karena banyak pelajaran yang bisa dipetik dari web series ini,” imbuh Arya.

Web series  dengan sutradara Dimas Prasetyo dan dibintangi aktor muda Faris Nahdi serta aktris berbakat Devi Rahma ini, mengambil setting di wilayah Gunung Gergaji, Kalimantan Timur. Daerah ini memiliki Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang sedang diusulkan menjadi World Heritage UNESCO. Sangkulirang dengan luas 105 ribu hektare, memiliki keunggulan berupa lukisan telapak tangan di dinding gua dengan motif khas yang merupakan satu-satunya di dunia. Hal ini pula menunjukkan komitmen Pertamina berpeduli lingkungan, menjaga dan melestarikan alam.

Web series ini juga menggambarkan peran Pertamina dalam pengelolaan energi yang mengutamakan 5 aspek yakni availability terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri; accesibility antara lain dengan membangun infrastruktur energi; affordability terciptanya akses masyarakat terhadap energi secara adil dan merata; acceptability dimana kelestarian lingkungan hidup yang terjaga; serta sustainability yang menjamin pengelolaan sumber daya energi secara berkelanjutan.

Boleh dibilang nyaris semua masyarakat Indonesia pernah makan di warung makan semisal warung tegal atau warteg. Ya, warung makan biasanya penyelamat perut sekaligus kantong di saat lapar tapi dompet tipis. Namun, sayangnya warung makan biasanya cenderung berkonotasi miring dari sisi higienitas. Proses pengolahan menu yang buruk, bahan yang cederung asal-asalan, dan buruknya sanitasi selalu diidentikkan […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]