× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Tambora Akan Segera Menambah Daftar Cagar Biosfer Indonesia

By Redaksi

Wilayah Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Pegunungan Tambora  (Samota) akan diresmikan sebagai cagar biosfer. Peresmian akan dilakukan di Paris, Prancis, pada 17 sampai 21 Juni 2019, di tengah agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO. Rencananya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalilah bersama jajaran pejabat Pemprov NTB akan memenuhi undangan pendeklarasian tersebut.

Peresmian ini sekaligus menempatkan tiga kawasan tersebut sebagai bagian dari jaringan dunia untuk cagar biosfer. Jaringan ini berkontribusi mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati dan konvensi lain yang relevan. Selain itu juga berperan sebagai media kerjasama antar pengelola cagar. Beberapa hal yang dipertukarkan antara lain, penelitian ilmiah, pemantauan global, dan pelatihan para pakar.

Saat ini tercatat 651 cagar biosfer dari 120 negara yang terdistribusi dalam lima kawasan, yakni kawasan Afrika, kawasan Arab, kawasan Eropa dan Amerika Utara, kawasan Asia Pasifik, dan kawasan Kepulauan Karibia dan Amerika Latin. Di Indonesia, sejumlah wilayah yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer antara lain Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Putting, Giam Siak, Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani, Lore Rindu, dan Samota. Dua wilayah terakhir akan dideklarasikan tahun 2019 di Paris, Prancis.

Wilayah Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Pegunungan Tambora sendiri didorong untuk menjadi cagar biosfer karena beberapa alasan. Seperti diungkap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam keterangan persnya, alasan pertama, tiga tempat itu berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Tiga titik itu juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang diketahui pernah menjadi salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Kedua, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan mempercepat pemerintah daerah dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan atau SDGs di daerah masing-masing. Ketiga, deklarasi tersebut akan memberikan manfaat bagi NTB dalam melindungi sumber alam dan mempercepat kesejateraan ekonomi dan sosial di provinsi tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB, Najamuddin Azmy mengatakan tahun 2010 mendatang, kawasan Gunung Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network. “Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan upaya memperbaiki kondisi di daerah,” kata Najamuddin.

Keberhasilan dalam mendorong penetapan Samota sebagai cagar biosfer ini bermula dari dukungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komite Program Nasional MAB chapter Indonesia, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Kabupaten Dompu, Bima, dan Sumbawa. Ada pula andil dari komunitas lokal dan berbagai elemen masyarakat di tiga wilayah tersebut. 

Keywords: ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]