× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Teknologi Pulp Kering yang Hilangkan Limbah Kertas dan Air Bekas Pengolahannya

By Redaksi
Mesin Dry Pulper yang bisa mendaur ulang kertas khusus yang sulit didaur ulang. Foto : TBP Future

MajalahCSR.id – Kertas daur ulang bukan satu-satunya solusi terbaik untuk mengurangi limbah kertas. Sebagai contoh, kertas khusus (speciality papers) seperti kertas label, tak bisa didaur ulang dengan teknologi proses larutan air biasa. Ujung-ujungnya timbul limbah baru yang sulit diproses. Beruntung ada TBP Future yang berhasil mengembangkan Dry pulping (bubur kertas kering), teknologi pengolahan limbah kertas khusus menjadi serat daur ulang agar kembali jadi kertas. Alhasil, metode ini bisa mengurangi jumlah limbah kertas yang terbuang sia-sia.     

Limbah kertas

Mengutip Intelligentliving, langkah awal yang dilakukan TBP Future adalah mengkalkulasi secara tepat berapa banyak limbah speciality paper yang terbuang. Caranya dengan membandingkan jumlah kertas yang diproduksi per tahun dengan banyaknya limbah kertas di tempat pembuangan sampah. Masih dalam kalkulasi mereka, juga dihitung jumlah kertas yang tak termasuk ke dalam siklus produksi sampai pasca konsumsi, seperti kertas banknote, buku-buku perpustakaan, dan dokumen khusus untuk catatan medis dan kepolisian.

“Perkiraan ini mengindikasikan bahwa lebih kurang satu juta ton speciality papers terbuang setiap tahunnya di Jerman saja,” tutur Dr. Tilo Gailat, CEO dari TBP Future, mencontohkan. Untuk menanggulanginya dikembangkanlah teknologi “dry pulping“ sehingga bisa mengurangi jumlah sampah kertas yang demikian menggunung. 

Mesin yang dikembangkan bernama Dry Pulper, yang bekerja dalam 4 langkah:

  1. Menghancurkan limbah kertas jadi potongan kecil sehingga bisa diproses mesin
  2. Sobekan atau potongan kertas ini dilumatkan jadi serat dengan putaran udara di dalam Dry Pulper.
  3. Serat menjadi terpisah di udara.
  4. Serat lalu di dipampatkan menjadi pulp yang bisa kembali digunakan dalam proses pembuatan kertas selanjutnya.

Menghindarkan limbah air

Sistem daur ulang ini punya keuntungan lebih bagi lingkungan di mana tak membutuhkan air yang banyak seperti yang umum terjadi pada proses daur ulang kertas konvensional. Saat dicampurkan ke dalam air, kertas pada umumnya akan berubah jadi serat, menghasilkan pulp yang lalu kembali diolah menjadi kertas. Sayangnya, ini tidak berlaku bagi kertas khusus atau specialty paper. Ini disebabkan kertas tersebut tahan air, menjadikan metode pengolahan limbah kertas konvensional tak lagi berlaku.   

“Kita tahu bahwa butuh air yang banyak dalam produksi kertas yang menyebabkan penggunaan energi yang boros. Jadi kami mengatakan, jika kita bisa mengelola air sehingga terkecualikan dalam proses ini, maka akan banyak energi yang bisa dihemat. Selama proses berlanjut tanpa air, semakin banyak pula pemakaian energi yang bisa kita hindarkan,” terang Gailat. 

Namun demikian, masih banyak hal yang perlu dikembangkan. Mesin di atas memang sangat baik untuk mengelola limbah kertas khusus, di mana hanya sedikit air yang diperlakukan selama proses. Namun, karena keterbatasan mesin dan belum merata pemakaiannya, berakibat masih belum bisa sepenuhnya menggantikan mekanisme proses konvensional yang lebih dulu dikenal.  “Konsumsi energi hanya akan menguntungkan ketika selama proses (daur ulang kertas) tidak membutuhkan air, seperti proses penghancuran kertas menjadi serat atau saat kita mengelola kertas khusus,” ucap Gailat.   

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]