banner
Dok. Coca-cola
Berita

Teknologi ASSP Coca-cola untuk Kemasan Lebih Ringan

1822 views

Jakarta – Majalahcsr. Sistem Coca-Cola baru-baru ini meluncurkan lini produksi terbarunya di Indonesia yang dinamakan botol Affordable Small Sparkling Package (ASSP). Pengembangan teknologi yang bekerja sama dengan KHS GmbH, Jerman, memungkinkan Coca-Cola memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dan lebih ringan yang merupakan jenis pertama di Indonesia.

Teknologi ini mengurangi penggunaan plastik hingga lebih dari 40% atau lebih dari 800 ton per tahunnya di Indonesia. Sebelum menerapkan teknologi ASSP, satu buah botol Coca-Cola menggunakan 20 gram plastik, kemudian setelah menerapkan ASSP menjadi 9,6 gram plastik per botol.

Visi pengemasan berkelanjutan Coca-Cola terdiri dari dua bagian, dimana bagian yang pertama adalah dengan konsumen. Coca –cola mengatakan bahwa konsumen menginginkan kemasan yang mudah dibawa-bawa, dapat ditutup kembali, ringan, dan tahan banting, sesuai dengan gaya hidup modern mereka.

Sedangkan bagian kedua dari visi itu adalah dari berkelanjutan. Perseroan mengaku  hanya menggunakan bahan plastik sesuai dengan yang dibutuhkan, selain itu juga berusaha mendorong batas teknologi hingga dapat mengurangi jumlah plastik yang digunakan.

“Tujuannya adalah mencegah terciptanya limbah yang berlebihan namun tetap memberikan produk-produk berkualitas tinggi dan aman,” ujar Public Affairs & Communications Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo

Dikatakan Triyono bahwa pihaknya selalu mencari solusi yang bertujuan untuk mencegah pembuatan limbah yang berlebih, yang disebabkan oleh kemasan produk Coca-cola.  Pencegahan limbah menurutnya bukan sekedar mengurangi bahan-bahan kemasan, namun fokus bagaimana mengoptimalkan efisiensi kemasan; meningkatkan penggunaan bahan-bahan terkini; mengumpulkan kembali kemasan untuk digunakan kembali; dan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang.

Visi jangka panjang Coca-Cola dalam kemasan berkelanjutan (Sustainable Packaging) adalah untuk mempengaruhi skala dan sumber daya perseroan secara signifikan untuk berkontribusi secara nyata pada ekonomi melingkar /circular economy, yang berarti bahwa bahan-bahan yang digunakan dan didaur-ulang secara terus-menerus membangun ulang modal alam dan sosial.

Sebelumnya, perseroan telah membangun lini produksi senilai US$ 30 juta di pabrik Cikedokan, Jawa Barat. Pembangunan ini merupakan salah satu upaya Coca-Cola untuk memberi nilai tambah kepada lingkungan alam, sekaligus kepada keberlanjutan bisnis. Coca-Cola mengklaim menjadi perusahaan pertama yang menggunakan teknologi ASSP untuk minuman soda berkarbonasi dan akan memproduksi botol plastik berkualitas tinggi dan lebih ringan yang merupakan jenis pertama di ASEAN.

Indonesia merupakan pasar kedua di dunia, setelah India, di mana Coca-Cola memperkenalkan teknologi ini. Dibangun di atas lahan seluas 10 ha, pabrik Cikedokan memiliki kapasitas untuk memproduksi ~188,000 botol per jam.

 

banner