× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Teknik Ringkel untuk Pewarnaan Kain

By Redaksi
Dok. Shutterstock

Jakarta – Majalahcsr. Telah ditemukan salah satu teknik pewarnaan kain yang dinamakan teknik ringkel oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB). Teknik ringkel ini merupakan pengembangan dan penggabungan dua teknik, yaitu teknik smock dan tritik jumputan.

Seperti yang sudah diketahui, smock dikerjakan di atas kain polos, sedangkan pada kain tersebut harus diberi tanda-tanda titik atau garis. Sementara itu, teknik tritik jumputan adalah proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu.

“Prosesnya, kain dicelup atau diwarna, dan di buka jahitannya. Setelah dibuka akan menghasilkan motif-motif yang indah,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara dalam rilis, Kamis (17/5).

Menurut Ngakan, penamaan Ringkel sendiri berasal dari sifat produk akhir, hasil kolaborasi teknik yang dilakukan tersebut. Hasilnya menjadikan kain dengan tekstur berkerut atau bahasa Jawanya ringkel.

Berdasarkan penelitian BBKB, sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah BPPI yang berlokasi di Yogyakarta ini, ditemukan sedikitnya 23 desain motif baru. Di antara beberapa jenis bahan yang diuji coba, yang paling optimal menghasilkan motif adalah bahan jenis mori Primissima. Selain paling bagus motif yang dihasilkan, bahan jenis mori juga paling mudah dalam proses pengerjaannya.

Bahkan dari hasil uji laboratorium, tekstil kerajinan ini mempunyai ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat, dan sinar yang bagus. Nilai ketahanan luntur warna terhadap gosokan juga cukup bagus, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan mengkombinasikan dua teknik ini memenuhi standar kualitas sebagai produk bahan sandang.

Ngakan menilai, teknik ringkel ini sangat cocok dikembangkan oleh pelaku IKM karena prosesnya sederhana dan tidak memerlukan alat khusus. “Dalam pemanfaatan teknologi tersebut, BBKB telah melakukan sinergi dengan berbagai pihak khususnya Dinas terkait, dengan memberikan pelatihan bagi pengrajin di beberapa daerah, antara lain Banyumas (Jawa Tengah), Sleman (D.I. Yogyakarta), Sampang (Jawa Timur). Sampai tahun 2017, BBKB telah melatih sebanyak 67 IKM,” pungkasnya.

 

Keywords: , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]