× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Tanaman Super ini Lebih Ampuh Menyerap Polusi Kendaraan

By Redaksi
Tanaman Semak Cotoneaster Franchetii si Penyerap Polusi yang Super Kuat. Foto : Joanna Kossak/RHS Images/PA

MajalahCSR.id – Pohon dan tanaman memang seringkali disebut penyelamat bumi. Selain mencegah banjir, pohon dikenal sebagai penyerap polusi. Meski demikian, kemampuan penyerapannya tentu tak sama.

Adalah Cotoneaster franchetii yang diidentifikasi merupakan jenis tanaman yang ampuh menyerap polusi di lingkungan padat lalu lintas. Hal ini diungkap para ahli biologi di Royal Horticultural Society (RHS). Mereka menyatakan tanaman ini sangat efektif sebagai anti polusi dibanding jenis semak belukar lain, seperti western red cedar dan hawthorn.

Cononeaster akhirnya disebut sebagai tanaman super karena kemampuannya menyerap kuat karbon dari buangan bahan bakar fosil. Tetapi disebutkan, tanaman ini hanya efektif ditempatkan di kawasan padat lalu lintas. The Guardian memberitakan, bila ditempatkan di area kebalikannya, yaitu lalu lintas yang terbatas, maka fungsinya bakal kurang efektif. Tingkat penyerapan polusinya disebut 20% lebih tinggi di antara tanaman sejenis.

“Di jalanan kota-kota besar dengan lalu lintas yang padat, kami menemukan spesies tanaman rimbun, kuat, dan daunnya berbulu seperti cotoneaster berdampak paling efektif (mengurangi polusi),” cetus Tijana Blanusa, kepala riset. “Kami menemukan bukti hanya dalam 7 hari, tanaman cotoneaster setinggi satu meteran bisa menyerap polusi yang setara dengan gas buang kendaraan yang menempuh jarak 500 mil (lebih dari 830 km).”

Polusi udara merupakan masalah besar dalam dunia modern. Untuk itu, RHS sudah melakukan survei pada lebih dari 2.000 responden guna melihat respon mereka pada polusi. Hasil survei menunjukkan, 33% dari responden mengaku terganggu dengan polusi udara, tetapi sangat disayangkan, hanya 6% yang mengambil tindakan untuk mengatasinya dengan bertanam tanaman di pekarangan rumah.

Yang terpenting dari semua itu, kesadaran untuk mengantisipasi polusi karbon di udara dengan tanaman, adalah bagian langkah mitigasi terhadap perubahan iklim.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]