× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Tak Hanya Pujian, Komunitas Butuh Dukungan Nyata di Kala Pandemi

By Redaksi
Ilustrasi Komunitas Sosial. Foto : Istimewa

MajalahCSR.id – Sebagai salah satu startup yang mengembangkan beragam komunitas berbasis sosial, Campaign.com melakukan survei kepada 72 komunitas sosial di 15 provinsi di Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, 90,28% mengaku merasakan kendala selama masa pandemi dan 94,44% berharap mendapatkan dukungan. Tiga aspek dukungan yang paling diharapkan adalah pelatihan (61,11%), pendanaan (59,72%), dan pendampingan intensif (55,56%).

Ada banyak isu sosial yang penting dan membutuhkan dukungan masyarakat. Sayangnya, banyaknya dukungan dan pemberitaan yang didapat tergantung pada urgensinya. Di tengah pandemi seperti ini, sejumlah isu yang tidak berelasi langsung dengan COVID-19 kurang mendapat panggung karena dianggap tidak memiliki urgensi tinggi. Padahal, meski tidak tampak berelasi langsung, isu-isu tersebut juga turut terkena dampak.

Misalnya saja isu kekerasan dalam rumah tangga yang sebenarnya semakin meningkat kala masyarakat terpaksa diam di rumah untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19. Atau, isu stunting yang juga bertambah karena korelasinya pada peningkatan angka kemiskinan di masa pandemi. Upaya mengurangi penggunaan plastik yang dulu kerap digaungkan, bahkan di seluruh dunia, kini seperti hilang tanpa jejak.

Jika ini terus berlanjut, semua pencapaian yang selama ini diusahakan akan hilang begitu saja. Padahal isu-isu ini harus tetap bersuara, apalagi beberapa di antaranya bersinggungan langsung dengan nyawa manusia. A Better World Prize kemudian dihadirkan Campaign.com melalui Yayasan Dunia Lebih Baik dalam upaya mendukung komunitas sosial untuk meningkatkan potensi dan memperluas dampak positif, sesuai tagline-nya “Together elevate our social impact”.

“Dalam situasi pandemi ini, semua perhatian, pemberitaan, dan donasi tertuju pada penanganan COVID-19. Perhatian pada isu sosial lainnya jadi menurun. Padahal situasi ini juga berdampak pada beberapa isu sosial. Inisiatif ini ada untuk menjadi pengingat dan pendukung kalau isu sosial lainnya tetap penting, bahkan urgensinya meningkat,” jelas William Gondokusumo, CEO Campaign.com.

Pernyataan tersebut terungkap dari webinar “A Better World Prize : Tingkatkan Dampak KOmunitas Sosialmu” yang diselenggarakan campaign.com, Selasa (30/6/2020).

Di sisi lain, Akhyari Hananto, Editor in Chief Goodnews from Indonesia, menggarisbawahi potensi besar Indonesia terkait kegiatan komunitas. “Indonesia adalah negara kelima (dari 117 negara) dengan social capital paling tinggi,” ungkap Ari, sapaan akrabnya. Data ini dikutip Ari dari hasil studi Legatum Prosperity Index 2019.

Agar lebih memahami, menurut Fukuyama (2000), social capital atau modal sosial secara sederhana didefinisikan sebagai kumpulan nilai-nilai atau norma-norma informal secara spontan yang terbagi di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjalinnya kerjasama di antara mereka.

“Orang Indonesia suka melakukan sesuatu bersama-sama tanpa pamrih,” jelas Ari. Indonesia selain kaya dengan orang-orang kreatif, kaya dengan sumber daya alam, juga kaya dengan berbagai persoalan. Mulai dari sampah, kemiskinan, dan masalah sosial lain.

“Sehingga, bagaimana caranya agar ragam masalah dan tantangan yang muncul diolah oleh banyak komunitas menjadi hal yang potesial dikembangkan sebagai bisnis baru,” papar Ari saat menjawab peserta webinar terkait memanfaatkan modal sosial oleh komunitas agar berdampak maksimal.

“Kita mengenal (istilah) 3P (People, Planet, Profit), yaitu membantu manusia lebih dulu, lingkungan, dan profit (keuntungan), terakhir,” imbuh Ari. Setiap ada masalah, selalu ada solusi, katanya mengingatkan. Persoalan sampah yang akhirnya bisa dimanfaatkan sehingga bernilai ekonomi, disebut Ari adalah contoh dari penanganan terhadap people, planet, dan profit.

Kembali ke penghargaan A Better World Prize. Inisiatif penghargaan muncul dalam bentuk inkubasi intensif selama tiga bulan yang terbuka bagi komunitas sosial di seluruh penjuru Indonesia. Salah satu yang akan didapatkan komunitas melalui program ini adalah workshop komunitas bersama sejumlah experts. Selain itu, komunitas akan menjalankan program kampanye sosial melalui aplikasi Campaign #ForChange dengan bimbingan tim Campaign.com.

Di akhir rangkaian inisiatif ini, komunitas yang berpartisipasi akan mendapatkan Awarding Night, serta berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar 50 juta rupiah dari Yayasan Dunia Lebih Baik. Hal ini merupakan langkah yang diambil Campaign.com dan Yayasan Dunia Lebih Baik sebagai partner komunitas sosial untuk bersama meningkatkan dampak sosial agar tujuan isu-isu sosial tercapai.

Program A Better World Prize ini akan berlangsung dari Agustus 2020 hingga Oktober 2020. Komunitas yang mau bergabung bisa mendaftarkan diri mulai hari ini hingga 30 Juli 2020 melalui: www.campaign.com/ABetterWorldPrize.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]