× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Tak Ada Pesta Kembang Api untuk Hari Kemerdekaan di Barat AS

By Redaksi
Ilustrasi Pesta Kembang Api. Foto : Getty Images

MajalahCSR.id – Amerika Serikat adalah negara yang sangat menjamin hak kebebasan berekspresi rakyatnya. Setiap perayaan kemerdekaan yang jatuh pada 4 Juli, banyak warga menyambutnya dengan meriah. Tapi berbeda pada tahun ini. Kepala departemen pemadam kebakaran di seluruh kawasan Semenanjung Barat melarang warga menyalakan kembang api.

Gelombang panas, kekeringan yang ekstrim dan  suar tangan yang biasanya dinyalakan, menjadi ancaman bagi kawasan barat yang tengah dilanda kebakaran. Melansir The Guardian, kembang api rentan menjadi pemicu kebakaran di masa lalu. Mulai dari peristiwa Eagle Creek pada 2017 di sisi luar Portland,  yang dipicu nyala kembang api oleh remaja 15 tahun yang mengakibatkan lahan seluas 50.000 acre atau lebih dari 20.234,3 hektar terbakar. Lalu pada 2020 kemarin, pertunjukkan kembang api di sebuah pesta gender di Kalifornia, menimbulkan kobaran api yang menewaskan petugas pemadam kebakaran.  

Terlebih Portland, Oregon, pada Senin (28/6/2021) dikabarkan mencetak rekor suhu ekstrim mencapai 116°F atau 46,7°C. Menanggapi hal ini, Departemen Kebakaran Portland melarang keras penggunaan kembang api hingga pemberitahuan selanjutnya. Sementara departemen kebakaran di dekat kawasan Tualatin, Oregon, juga melarang hal yang sama hingga 9 Juli nanti.

“Jika kita tidak mengambil tindakan proaktif, saya khawatir konsekuensinya akan memperburuk situasi,” kata Kepala Departemen Pemadam Kebakaran, Sara Boone, dalam pernyataannya. “Tak mudah untuk membuat keputusan ini yang juga dalam suasana liburan kemerdekaan negara. Namun, sebagai petugas, kami mempunyai tanggung jawab untuk melindungi kehidupan, properti, dan lingkungan.”

Beberapa kawasan lain pun menerapkan larangan yang sama, mulai di Yreka, Kalifornia, sejumlah wilayah di Utah, Washington, dan Montana. Sementara di Steamboat Springs, Colorado, pihak berwenang membatalkan pertunjukkan kembang api saat merayakan hari kemerdekaan.

AS sejak bulan lalu dilanda gelombang panas. Ratusan nyawa dikabarkan terengut akibat hantaman bencana ini. Melansir BBC, seorang dokter di Seattle, Jeremy Hess, kepada Seatlle Times, seperti dikutip dari sindonews mengatakan, jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit akibat serangan panas sebanding dengan pasien COVID-19 pada awal wabah. Bahkan cuaca panas yang berlangsung mampu melelehkan kabel dan meretakkan konstruksi jalan raya di sejumlah tempat.  Kondisi ini jjuga mengingatkan, betapa ancaman perubahan iklim sudah dirasakan sejak saat ini.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]