banner
Berita

Susu Kental Manis Tidak Bisa Jadi Pelengkap Gizi

870 views

Jakarta – Majalahcsr. Susu Kental Manis (SKM) seringkali digunakan oleh ibu-ibu untuk mengganti pemberian susu formula pada balitanya ataupun bayi. Selain dianggap sebagai susu yang memiliki gizi, SKM juga kerap kali dibeli lantaran harganya yang murah dan praktis.

Padahal dalam kenyataannya, karakteristik jenis SKM adalah kadar lemak susu tidak kurang dari 8% dan kadar protein tidak kurang dari 6,5%. Susu kental dan analog lainnya memiliki kadar lemak susu dan protein yang berbeda, namun seluruh produk susu kental dan analognya tidak dapat menggantikan produk susu dari jenis lain sebagai penambah atau pelengkap gizi.

Namun karena alasan ekonomi, SKM menjadi primadona. Bahkan bukan hanya untuk balita atau bayi, SKM banyak ditemui sebagai campuran dari minuman yang membuat rasanya menjadi “milky”.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan klarifikasi terkait kandungan nutrisi dari Susu Kental Manis (SKM). Kepala Badan POM Penny K. Lukito menyatakan bahwa SKM merupakan produk mengandung susu yang diperuntukan sebagai pelengkap sajian, bukan produk susu yang digunakan sebagai pemenuhan asupan kebutuhan gizi terutama untuk bayi.

“Susu kental manis bukan bagian dari susu yang mengandung dan memenuhi kandungan sebagai nutrisi dan itu sudah sesuai standar yang berlaku secara internasional, yakni food safety Codex Alimentarius. SKM jelas bukan susu yang diberikan kepada bayi,” tegas Penny saat konferensi pers di Jakarta, Senin (09/07) dan seperti yang dilansir oleh Greeners.co (10/7).

Dok. Greeners

Namun banyak iklan yang melanggar kriteria yang diberikan BPOM. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM RI terhadap iklan SKM di tahun 2017, terdapat tiga iklan yang tidak memenuhi ketentuan karena mencantumkan pernyataan produk berpengaruh pada kekuatan atau energi, kesehatan dan klaim yang tidak sesuai dengan label yang disetujui.

“Ketentuan visualisasi di dalam kriteria yang sudah diberikan BPOM dilanggar. Iklan dan label seharusnya berfungsi sebagai edukasi, kontrol, dan pengawasan yang diberikan kepada masyarakat. Setelah melakukan pengawasan terhadap iklan, ada persepsi yang salah yang dilakukan oleh beberapa pelaku usaha dan industri. Iklan tersebut sudah ditarik dan tidak ditemukan di peredaran,” ujar Penny.

BPOM telah mengeluarkan Surat edaran No HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada produk Susu Kental dan Analognya (subkategori pangan 01.3) yang ditujukan kepada seluruh produsen/importir/distributor SKM. Surat edaran ini menegaskan label dan iklan SKM tidak boleh menampilkan anak usia di bawah 5 tahun dan tidak diiklankan pada jam tayang acara anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keywords: , ,
banner