× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Survei Kesejahteraan Cigna: Masyarakat Indonesia Lebih Positif Dibandingkan Tahun Lalu

By Redaksi

Perusahaan penyedia jasa kesehatan Cigna Corporation, Selasa (26/03/19), merilis hasil survei Skor Kesejahteraan 360 yang bertemakan ‘Well and Beyond’. Survei tahunan yang kelima ini bertujuan untuk mengetahui persepsi kesejahteraan masyarakat, dinilai dari 5 pilar utama – fisik, keluarga, sosial, keuangan dan pekerjaan. Menurut hasil survei tahun ini, tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat ke jajaran 5 besar indeks kesejahteraan global. Padahal di tahun sebelumnya berada di peringkat 14.

Kesejahteraan yang terus meningkat

Indonesia berada di peringkat 4 tahun ini, karena indeks kesejahteraan yang melompat 4.4 poin dari 61.0 ke 65.4. Hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil keluar dari jajaran ’10 negara dengan persepsi kesejahteraan terendah’ di tahun lalu. Semakin banyak responden survei yang merasa mampu menjaga pola makan agar tetap sehat, punya waktu untuk berolah raga, serta berberat badan ideal dan tidur yang cukup.

Masyarakat Indonesia juga dinilai makin mampu menjaga kesejahteraan keluarga mereka. Ini terlihat dari kemampuan mereka menjaga kesehatan dan menjamin kondisi keuangan pasangan, anak dan orang tua. Indeks kenaikan tertinggi terlihat dari kepercayaan diri masyarakat Indonesia dalam menjamin kesejahteraan dan pendidikan anak mereka (kenaikan 15 poin dari 40 menjadi 55).

Secara keuangan, masyarakat Indonesia juga kian percaya diri. Paramenternya dilihat dari kemampuan mereka membayar kebutuhan edukasi keluarga. Selain itu, makin banyak masyarakat Indonesia yang merasa puas dengan paket gaji dan kompensasi dari tempat bekerja. Padahal harus dibayar dengan bertambahnya tanggung jawab di kantor.

Mayoritas masyarakat Indonesia (76%) mengungkapkan, kantor mereka menyediakan program-program kesejahteraan seperti klub kesehatan, olah raga, kelas sharing, dan lain-lain. Angka ini cukup tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya sebesar 46%. Hampir setengah responden (48%) juga menyatakan adanya sarana dan dukungan untuk mengurangi stress di tempat bekerja. Fakta ini cukup tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya 28%.

Usia tua? Siapa takut!

Masyarakat Indonesia punya waktu yang cukup singkat dalam mempersiapkan masa tua. Mayoritas responden menjawab bahwa usia tua adalah usia ’57 tahun’. Dari 22 negara yang disurvei, Indonesia adalah negara dengan jawaban usia tua terendah; dimana rata-rata global 63 tahun. Meskipun sudah merasa tua di usia yang relatif muda, 64% masyarakat Indonesia merasa sudah siap secara finansial menghadapi usia tua, dibandingkan responden global yang hanya 38% siap.

Lebih dari setengah masyarakat Indonesia ingin terus bekerja di usia tua. Alasannya beragam. Salah satunya agar tetap up-to-date dengan kondisi terkini.  Ingin tetap sibuk, menjadi alasan berikutnya, selain ingin memberikan panduan dan nasihat kepada pekerja yang lebih muda. Menurut survei, para pekerja muda pun antusias untuk bekerja bersama generasi yang lebih tua. Sebanyak 69% responden usia muda mengatakan bersedia bekerja bersama dengan seniornya. Di negara lain yang disurvei, hanya 1 dari 3 perusahaan yang berkenan untuk mempekerjakan generasi yang lebih tua –tapi di Indonesia, lebih dari setengah perusahaan justru bersedia mempekerjakan usia tua.

Perempuan di Indonesia berbicara tentang stres

Meskipun tingkat stres di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara-negara lain yang disurvei (77% dibandingkan 84%), di Indonesia perempuan yang bekerja merasa lebih stres dibandingkan pria bekerja (84% di Indonesia dibandingkan 76% global). Biasanya perempuan stres karena tekanan pekerjaan, dan memikirkan kondisi keuangan keluarga dan keuangan pribadi. Hanya 1 dari 3 perempuan yang merasa percaya diri akan kondisi keuangan mereka. Meskipun pria masih dianggap sebagai pencari nafkah utama, perempuan pekerja merasa mereka tetap harus berkontribusi terhadap keuangan keluarga.

Identik dengan responden global, mayoritas perempuan di Indonesia merasa program kesejahteraan karyawan di kantor hanya bermanfaat secara umum; tidak dikhususkan kepada kebutuhan perempuan pekerja. Sebab itu, responden perempuan berharap agar kantor mereka dapat mengadakan program kesejahteraan yang dikhususkan kepada perempuan. Mayoritas pekerja perempuan, (lajang, menikah maupun memiliki anak) berharap dapat mengambil lebih banyak cuti untuk mengatasi stres akibat pekerjaan.

“Tema survei Skor Kesejahteraan tahun ini adalah ‘Well and Beyond’ – ‘Sejahtera, sekarang dan nanti.’ Melalui survei ini, Cigna berharap bisa terus memberikan dukungan terbaik bagi masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan rasa aman mereka.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]