banner
Berita

Suplemen dari Teripang sebagai Salah Satu Solusi Hidup Sehat

1495 views
Jakarta – Majalahcsr. Dalam beberapa dekade terakhir, konsep makanan sehat telah memberikan pendekatan baru dan praktis untuk mencapai kesehatan yang optimal. Salah satu jenis bahan baku makanan sehat tersebut adalah Teripang jenis Stichopus vastus.
Namun, teripang jenis itu masih jarang dibudidayakan sehingga ketersediaanya di alam terbatas. Melihat kondisi ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi melakukan kajian lebih dalam terkait pengelolaan teripang dan manfaatnya bagi kesehatan.
“Teripang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Secara geografis, perairan Indonesia terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang merupakan habitat terbaik untuk hewan teripang. Sayangnya, budidaya teripang masih belum banyak dilakukan,” terang Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, Dirhamsyah, dalam Media Briefing dengan tema “Suplemen Sehat dari Laut untuk Perbaikan Gizi Masyarakat” pada Kamis, (22/2).

Peneliti Balai Pengembangan Bio Industri Laut (BBIL) LIPI, Hendra Munandar mengatakan, spesies teripang mengalami praktik tangkap lebih (overfishing) karena nilai ekonomisnya yang tinggi, volume perdagangan yang besar, dan relatif mudah ditemukan di perairan dangkal. Teripang pasir diambil secara terus menerus dari alam tanpa memperhatikan umur dan ukuran, dari anakan muda sampai dewasa, untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Belum adanya manajemen stok yang baik berdampak pada penurunan populasi di alam di seluruh dunia dan mendorong spesies ini digolongkan sebagai salah satu biota yang terancam (endangered) dalam the IUCN Red List of Threatened Species (Hamel et al., 2013). “Hal ini mendorong perlunya penguasaan teknologi budidaya biota ini untuk mendukung upaya konservasi, usaha budidaya, dan sekaligus penyediaan bahan baku pangan,” ujar Hendra.

Perlu diketahui, Balai Bio Industri Laut (BBIL) LIPI mulai melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan budidaya teripang pasir dalam skala komersial. Melalui penguasaan teknologi pembenihan, panti benih BBIL LIPI telah mampu memproduksi benih secara massal sejak 2015.

Berkaitan dengan potensi teripang, Peneliti P2O LIPI, Tutik Murniasih menjelaskan bahwa teripang memang memiliki bentuk yang kurang menarik, tetapi teripang tetap diminati untuk dikonsumsi. ”Masyarakat saat ini sudah sadar untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dari produk alami karena memiliki manfaat fisiologis dan mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit kronis,” jelasnya.

Contohnya adalah teripang Stichopus vastus yang tergolong teripang murah. Namun demikian, teripang Stichopus vastus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk obat dan makanan kesehatan yang bernilai ekonomi tinggi. Teripang dapat diolah menjadi makanan kesehatan pendamping atau penambah program diet, nutrisi atau kondisi tubuh tertentu dan bukan merupakan pengganti makanan.

Tutik mengungkapkan, LIPI telah mengembangkan formula suplemen dari teripang dengan warna putih keruh, berbau khas dan berbentuk kental. “Formulasi sediaan dalam bentuk cair mempunyai banyak keuntungan, yaitu kemudahan dalam penentuan dosis, kemudahan untuk ditelan dan pertimbangan bioavailabilitas. Selain itu kandungannya lebih mudah diserap tubuh,” kata Tutik.

 

banner