× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Sumbawa ekspor 11.500 ton jagung ke Filipina

By Redaksi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ketiga kanan) didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kanan) dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf (kanan) melepas ekpor jagung di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Sulawesi selatan (9/3). Sulsel menekspor jagung ke Filipina sebanyak 60.000 ton. Dok. ANTARA

Jakarta – Majalahcsr. Sebagai salah satu penghasil jagung besar di Indonesia, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengekspor 11.500 ton jagung ke Filipina melalui Pelabuhan Badas, Sumbawa Besar pada Selasa (20/3).

Ekspor jagung yang dilakukan Sumbawa merupakan pengapalan ketiga oleh Indonesia untuk memenuhi target ekspor ke Filipina sebesar 1 juta ton bahan baku pakan ternak.

Sebelumnya, Indonesia telah mengekspor jagung dari Gorontalo sebesar 57.650 ton dan Sulawesi Selatan 6.600 ton.

Pengiriman jagung tersebut disaksikan secara langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Zainul Majdi dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi.

“Pemerintah Provinsi NTB menargetkan sebanyak 100.000 ton dari total 300.000 ton target ekspor jagung Indonesia ke Filipina dicukupi dari kabupaten Sumbawa,” terang Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat dalam keterangan resmi seperti yang dilansir oleh KONTAN, Rabu (21/3).

Dikatakan Manager Pelindo III Pelabuhan Badas, Wahyu Wirawan ekspor jagung nasional ini diangkut menggunakan dua kapal curah yang bersandar di Pelabuhan Badas, yakni MV. Sea Dragon yang berkapasitas 6.600 ton dan MV. Royal 16 dengan kapasitas 4.900 ton.

“Pelindo III tengah memberikan perhatian khusus untuk pengembangan infrastruktur pelabuhan di kepulauan Nusa Tenggara,” ujar Wahyu.

BUMN kepelabuhanan Indonesia tersebut saat ini sedang dalam proses membangun 11 terminal penumpang. Tahun ini ada empat terminal diantaranya ditargetkan dapat diselesaikan.

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]