× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Sudah Terlindungikah Relawan COVID-19 di Indonesia?

By Redaksi
Ilustrasi Relawan COVID-19. Foto : Instagram/Sandiagauno

Bencana wabah Virus Corona atau COVID-19 yang menimbulkan banyak korban berjatuhan, membuat para relawan tergerak untuk membantu. Berbeda dengan bencana lain, penanganan pandemi membutuhkan perlengkapan dan jaminan keselamatan yang mumpuni bagi para relawan. Yang menjadi pertanyaan, apakah aspek perlindungan bagi relawan sudah ada dan sesuai dengan standardisasi?

Aspek perlindungan bagi relawan ini dikupas dalam diskusi daring (webinar) yang diselenggarakan Kelompok Kerja Perlindungan Relawan bertema “Perlindungan dan Jaminan Sosial Relawan COVID-19: Tanggung Jawab Siapa?” pada Selasa (12/5/2020).

Diskusi ini menghadirkan Andre Rahadian (Koordinator Relawan Gugus Tugas Nasional Penanganan COVID 19), Marsya Nurmaranti (direktur Indorelawan), Ahmad Fikri (Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS) dan Hamid Abidin (Direktur Filantropi Indonesia). Diskusi melibatkan organisasi filantropi, LSM, akademisi dan pelaku usaha yang menaruh perhatian pada pengembangan kerelawanan di Indonesia.

Menurut Andre Rahadian, pembagian relawan diatur sesuai minat dan kemampuan. “Semua relawan dijamin melalui jamsostek,”katanya. Jaminan tersebut termasuk keselamatan dan kecelakaan kerja yang merupakan bagian dari kerja sama dengan Jamsostek dan BAZNAS. Sementara yang lainnya juga ada bantuan beasiswa bagi 2 anak relawan, seandainya relawan tersebut gugur dalam tugas.  Jminan lainnya dalah pemberian, suplemen untuk menjamin kebugaran para relawan saat bertugas.

Sementara itu,  Marsya Nurmaranti mengungkapkan, relawan yang ada memiliki rentang usia mulai 18 – 30 tahun.  Sebelum terjun ke lapangan, relawan dilengkapi dengan informasi dan juga perlengkapan perlindungan diri. Salah satu yang biasanya dilakukan penugasan relawan yang juga diatur dalam konteks kuantitas, sehingga dalam satu kawasan tidak terjadi penumpukkan relawan. Selain Jamsostek, di lapangan, Indorelawan bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan bantuan sembako bagi relawan di lapangan.

Relawan merupakan salah satu kelompok yang berisiko tertular dalam menjalankan tugas kemanusiaan di masa Pandemi COVID-19. Sebagian besar dari mereka tidak dilengkapi dengan protokol/pedoman perlindungan dan keselamatan kerja, Alat Perlindungan Diri (APD) yang sesuai standar; dan jaminan sosial kecelakaan atau meninggal saat bertugas.

Oleh karena itu, pemerintah maupun organisasi yang menerjunkan relawan didorong untuk memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi para relawan COVID-19.

Hampir 30 ribuan relawan, per-6 Mei 2020, terdaftar pada Desk Relawan Percepatan Penanganan COVID19, diantaranya adalah 7 ribu relawan medis/tenaga kesehatan. Di luar jumlah ini, ada ribuan lagi relawan yang dikelola dan diterjunkan oleh organisasi-organisasi lain.

Pada bidang kesehatan, ada pembantu tim medis yang merawat pasien, administrasi rumah sakit, Teknologi dan Informasi (TI) dan data entry, pengemudi ambulans, dapur umum dan sebagainya.

Sementara relawan non medis membantu pencegahan dan perlindungan melalui penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan hand sanitizer, penyediaan alat cuci tangan di ruang publik, pendampingan dan edukasi sampai pembagian sembako kepada kelompok warga terdampak.

Pokja Perlindungan Relawan adalah inisiatif beberapa organisasi yang concern terhadap perlindungan relawan, yakni Filantropi Indonesia (FI), Forum Zakat (FOZ), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Indorelawan, Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Palang Merah Indonesia (PMI), Sekolah Relawan, Alumni SMA Jakarta Bersatu (ASJB), dan Pujiono Centre.

Pokja Perlindungan Relawan melakukan 3 upaya. Pertama, mendorong menyediakan APD yang sesuai standar oleh organisasi pengelola bagi relawan bidang medis maupun yang berinteraksi langsung dengan masyarakat; Kedua, penyusunan protokol dan pedoman perlindungan dan keselamatan relawan; Ketiga, mempromosikan dan memfasilitasi penyediaan asuransi dan jaminan sosial melalui kerja sama dan kemitraan multi pihak.

Pedoman kerja relawan akan disusun dengan berkoordinasi dengan Desk Relawan COVID-19. Hasilnya akan disosialisasikan kepada berbagai organisasi sosial untuk diturunkan lagi menjadi pedoman atau panduan yang lebih spesifik sesuai dengan bidang kerja.

Pokja melakukan sosialisasi, edukasi, dan kampanye mengenai pentingnya jaminan sosial bagi relawan. Pokja juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi untuk mengembangkan beragam skema asuransi yang sesuai bagi relawan. Untuk organisasi yang tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk penyediaan jaminan sosial bagi para relawannya, Pokja akan mendorong dan memfasilitasi penggalangan dukungan publik dan kemitraan dengan sektor swasta

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]