× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Studi : Pulp Kopi Ternyata Berpengaruh Pada Konservasi Hutan

By Redaksi
Upaya Restorasi Hutan dengan Memanfaatkan Pulp Kopi di Kosta Rika. Foto : Rebecca Cole via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Dalam proses pengolahan kopi, biji buah kopi adalah bagian yang biasa diambil untuk dikonsumsi. Sementara daging buah atau pulp kopi dibuang karena tak bisa dimanfaatkan.

Tapi lalu terungkap, pulp kopi bisa dimanfaatkan. Apa manfaatnya? Adalah hasil studi terbaru yang dilakukan  pakar dari Universitas Hawaii dan ETZH-Zurch, Swiss, mengungkapkan, pulp kopi, yang tak lain limbah industri kopi, dapat membantu mempercepat pertumbuhan tanaman dalam proses penanaman kembali hutan. Tanaman di atas lahan yang dilingkupi pulp kopi, tumbuh 80% lebih cepat dibandingkan tanpa pulp kopi yang rerata pertumbuhannya hanya 20%.

Pulp kopi sangat kaya nutrisi, dan lazim ada sebagai limbah komoditas. Sehingga disebut sangat efektif  dan cocok untuk strategi penanaman kembali hutan. Strategi seperti ini sangat krusial untuk merestorasi area hutan yang luas, sebagai bagian dari tujuan ambisi global seperti yang tercantum dalam perjanjian iklim Paris 2015.

Riset yang Dilakukan

Mengutip Intelligentliving, pada 2018, para ahli mencoba menabur pulp kopi dari 30 truk yang menutupi lahan tanam ulang setinggi setengah meter di selatan Kosta Rika. Ukuran lahannya 35 m x 40 m, dan sebagai bahan studi perbandingan, disediakan pula lahan berukuran sama namun tanpa pulp kopi.  

Sebelum dan dua tahun pasca penebaran pulp, tim yang terlibat sudah menganalisis sampel tanah terkait kandungan nutrisi, kehadiran spesies mahluk dalam tanah, persentase  tutupan hutan, ukuran batang kayu, sambil menggunakan drone untuk merekam perkembangan tutupan lahan.

Wilayah tersebut dipilih karena terjadi deforestasi yang cukup cepat dari dekade 1950an dimana hutan dialihfungsikan menjadi kebun kopi. Akibat aktivitas tersebut, 25% kawasan hutan menjadi rusak pada 2014. Belum lama ini, para ahli dan aktivis lingkungan menggelar proyek merujuk studi tersebut sebagai bagian upaya konservasi.

Hasilnya (Setelah Dua Tahun)

Lahan yang tertutupi pulp kopi punya percepatan tutupan kembali hutan hingga 80% dan tanaman yang tumbuh empat kali lebih tinggi. Sementara tanah tanpa pulp hanya mampu tertutupi kembali seluas 20% dalam kurun yang sama.   

Pulp kopi mampu menghalangi dominasi pertumbuhan rumput liar yang sangat invasif dan mengganggu tanaman hutan kembali tumbuh. Akibatnya, spesies pohon asli menjadi tumbuh dengan sangat cepat. Benih tanaman yang disebar oleh binatang penyerbuk menjadi mudah tumbuh. Berbeda halnya jika terdapat rumput yang akan menyulitkan benih untuk berkembang.

Di sisi lain, kandungan nutrisi mineral tanah (termasuk karbon, fosfor, dan nitrogen) sangat tinggi pada tanah yang mengandung limbah kopi (pulp kopi).  

Rebecca Cole, pimpinan riset menyebutkan, hasil yanag mereka peroleh cukup mengejutkan. Lahan yang ditambahi pulp kopi kembali menjadi hutan kecil hanya dalam waktu dua tahun. Sementara lahan lain hanya dipenuhi oleh rerumputan liar.  

“Hasil studi ini menunjukkan hasil samping (limbah) pertanian dapat mempercepat pemulihan kawasan hutan yang rusak. Dalam situasi di mana pengolahan limbah menimbulkan biaya pada industri pertanian, dengan memanfaatkannya untuk merestorasi konservasi kembali hutan global, adalah scenario yang ‘win-win solution’,” jelas Cole.  

Kualitas lahan pertanian tropis biasanya sangat mudah menurun. Dengan kata lain, kualitas tanah rendah, yang berdampak pada sulitnya hutan untuk kembali tumbuh selama beberapa dekade. Adanya hasil studi ini jelas sangat menjanjikan. Namun, Cole mengingatkan bahwa perlu riset lebih lanjut karena hasil ini didapat dari data yang berdurasi 2 tahun.  Sehingga data ini disebut belumlah cukup.      

Kosta Rika adalah negara yang cukup sukses dalam merestorasi hutan hujan. Ada banyak proyek konservasi hutan yang sudah berhasil dilakukan selama 3 dekade.  

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]