× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Startup Food Waste Dukungan Oprah Winfrey Dapat Suntikan Dana USD 250 Juta

By Redaksi
Perusahaan Startup Apeel Sciences Memproduksi Lapisan Pada Buah-Buahan dan Sayuran yang Aman karena Berbahan Alami. Foto : Apeel Sciences

MajalahCSR.id – Saat banyak perusahaan startup mengalami kemunduran di triwulan ini akibat pandemi covid-19 yang berdampak pada ekonomi dunia, pelaku bisnis mulai fokus pada bisnis upaya penanganan iklim yang kian jadi trend.  

Pada Selasa (26/5/2020), sejumlah media luar memberitakan, Apeel Sciences, sebuah startup yang menangani food waste atau limbah makanan mendapat limpahan dana modal USD 250 juta. Suntkan modal ini bahkan menempatkan perusahaan yang bermarkas di Santa Barbara, California, Amerika ini bervaluasi lebih dari USD 1 miliar, atau lebih dari Rp 14,7 triliun. Hal ini juga menempatkannya sebagai perusahaan sekelas Unicorn.

Secara kumulatif hingga triwulan ini, Apeel dikabarkan sudah menanggguk gelontoran modal hingga USD 360 juta (Rp 5,2 triliun).

Salah satu penyumbang terbesar adalah investor pendonor GIC dari Singapura. Investor ini memang getol mendukung investasi yang berbasis keberlanjutan. Investor lain yang tercatat adalah Viking Global Investor, Upfront Investor, Tao Capital Partners dan Roock Creek Group. Namun aa yan menarik, karena dari semua investor, ada nama pesohor terkenal, yaitu: penyanyi Katty Perry dan host kenamaan dan ratu media, Oprah Winfrey. Oprah dikabarkan mulai berinvestasi pada Apeel sejak 2019 lalu.

“Aku amat benci melihat makanan tersia-siakan, sementara masih banyak manusia di dunia ini yang tak punya apapun untuk dimakan,” kata Oprah dalam press rilis. “Apeel dapat memanfaatkan makanan yang masih bisa digunakan, yang mana sangat penting untuk persediaan bahan makanan untuk planet kita,” imbuhnya.

Limbah makanan adalah salah satu pencetus gas emisi rumah kaca yan g kontribusinya mencapai 6%. Jika diperbandingkan jumlah tersebut 3 kali lipat lebih banyak dibanding industri penerbangan.  Isu yang lantas bekembang turut diperburuk oleh pandemi: karena permintaan yang menurun di masa karantina, banyak petani yang terpaksa membuang sayuran dan susu segar, sementara para peternak membunuh hewan ternaknya demi kestabilan harga karena “overstock”.

Apeel mulai beroperasi sejak 2012 didukung yayasan Bill dan Melinda Gates, seperti dilansir dari greenbiz, sudah banyak mendapat simpati investor besar. Salah satunya Andreessen Horowitz yang fokus di teknologi mengantisipasi perubahan iklim seperti S2G Ventures, DBL Partners dan Powerplant Ventures.

Startup ini mempunyai produk yang terbuat dari buah-buahan dan sayuran yang berguna untuk melapisi alpukat, jeruk mandarin, hingga apel agar tidak mudah busuk. Bahan pelindung ini digunakan pada industri pengemasan dan atau pergudangan yang memakai formula air untuk pelindung stok bahan makanannya. Lapisan tersebut menambah keawetan bahan makanan agar tak mudah busuk sehingga dibutuhkan bagi makanan-makanan yang melalui perjalanan panjang sebelum ke tangan konsumen.

Perusahaan terseut mengatakan, dengan lapisan tersebut bahan makanan bisa tahan antara 2 sampai 3 kali lebih lama. Hal ini disebabkan lapisan Apeel memperlambat bahana makanan kehilangan kadar air dan oksidasi. Hal lainnya, lapisan ini dapat dimakan karena berbahankan tanaman alami sehingga bisa digunakan pada produk organik.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]