banner
Sneaker MoEa Produksi Mother Earth yang Terbuat dari Serat Buah. Foto : MoEa
Ragam

Sneaker ini Terbuat dari Buah dan Produksinya 89% Lebih Rendah Karbon

1331 views

MajalahCSR.id – Selain jenis dan kegunaan, material sepatu pun kini turut bervariasi. Bahkan, ada beberapa produsen sepatu yang menyasar material tak biasa, mulai bahan plastik daur ulang, kulit tanaman, sampai yang terbaru ini, buah-buahan.

Perusahaan sepatu asal Itali, MoEa (Mother Earth) membuat terobosan baru dengan memproduksi sepatu dari bahan ‘nyleneh’ : buah. Kabarnya, MoEa sangat prihatin dengan banyak produsen fesyen di sekeliling mereka, di negara pizza, yang masih mempraktikkan pola bisnis “fast fashion”. Padahal bisnis ini seringkali menimbulkan masalah limbah busana bagi lingkungan. Kondisi ini mendorong MoEa memikirkan terobosan produk yang bisa membuat perusahaan mereka lestari dan juga demi masa depan bumi yang lebih baik.   

Mereka mengembangkan teknologi yang mengubah buah menjadi bahan kulit nabati. Melalui bahan ini, MoEa mengkreasikan sneaker yang tak hanya berpenampilan trendi melainkan juga berprinsip keberlanjutan, bisa didaur ulang, dan memiliki lisensi PETA.

Seperti diketahui, kulit konvensional dari hewani berdampak buruk pada alam. Peternakan menghasilkan lebih dari sepuluh persen total emisi karbon di bumi. Hal ini belum termasuk proses pengolahan kulit yang menghasilkan zat kimia beracun yang mencemari tanah dan air. Namun, kulit nabati mampu menangani masalah ini dengan menekan emisi karbon hingga 89% sekaligus menanggulangi permasalahan limbah makanan. Hal positif lain, tak perlu ada hewan yang dikorbankan dalam prosesnya.  

Berbeda dengan material alternatif lain seperti plastik, yang masih menghasilkan mikroplastik, MoEa memanfaatkan limbah jagung, nanas, apel, anggur, bahkan kaktus dengan mengubahnya jadi bahan plastik terurai atau “biodegradable plastic”.  

Melansir Intelligentliving, bahan-bahan itu mereka dapatkan dari berbagai tempat yang menghasilkan limbah buah. MoEa mengumpulkan limbah anggur dari perusahaan wine, limbah nanas dari  daun  mahkota nanas dari industri buah asal Filipina, jagung dari bagian yang tak dapat dimakan berasal dari perusahaan Amerika, sementara kaktus berasal dari daun kaktus dari Meksiko.  

MoEa mengikat serat buah dan bahan katun atau mencampurnya dengan bio-polyurethane, sehingga terbentuk jenis biomaterial baru yang berdampak rendah pada lingkungan.

Setiap pasang sneaker mengandung lebih kurang 49% komposisi serat buah. Bagian luar berasal dari apel, anggur, jagung, nanas, atau kulit kaktus. Bagian sisanya terbuat dari bahan nabati lain. Sebagai contoh, lapisan dalam terbuat dari daur ulang bambu, sementara sol dalam seluruhnya terbuat dari daur ulang serat kayu. Tali sepatu dari katun organik, sementara sol luar dari 40% karet yang juga hasil daur ulang. Perekat menggunakan lem berbasis air dan kemasannya dari hasil daur ulang kertas.

Terakhir, konsumen bisa mengirimkan kembali sepatu bekas mereka ke MoEa dan mendapatkan potongan 10% untuk pembelian berikutnya. Sepatu bekas terebut akan kembali dijadikan sneaker baru. kebijakan ini tentunya akan lebih mengurangi limbah sepatu.

banner