× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Slippy si Penyelamat Pohon dan Pemberi Solusi Sampah Plastik

By Redaksi
Slippy Sarung Cup dan Minuman Kaleng. Foto : Pinterest

Kalau anda pesan kopi di kedai kopi kekinian seperti Starbuck, cup plastik wadah kopinya selalu dilengkapi “sarung”agar cup tak panas saat digenggam.

Biasanya sarung itu terbuat dari kertas berjenis cardboard, sehingga cup menjadi mantap kala dipegang. Kertas dalam praktiknya perlu bahan baku. Bahan bakunya dari serat kayu pohon jenis tertentu seperti akasia. Bahkan di belahan negara lain, pohon pinus, cemara kerap ditebang untuk dijadikan bahan utama pembuat pulp (bubur kertas).

Slippy Sarung Cup dan Minuman Kaleng (tengah). Foto : Pinterest

Pohon seperti diketahui merupakan salah satu tameng untuk mengatasi bencana lingkungan. Menyadari hal ini, Zach Crain, seorang penggiat lingkungan meluncurkan Slippy, produk sarung cup kopi yang terbuat dari plastik daur ulang. Tak sekedar melindungi pohon, produk Slippy juga turut berperan dalam penanggulangan sampah plastik di lautan. Produk ini memang terbuat dari sampah-sampah plastik yang mengontaminasi perairan.

Meskipun kertas tak memicu polusi lingkungan secara langsung (karena lebih mudah terurai), faktanya tetap saja dengan cara menebang pohon dalam proses pembuatannya. Padahal, selain mencegah longsor, pohon menyediakan udara bersih bagi lingkungan (karena menyerap CO2 saat siang hari) sehingga bisa menurunkan potensi perubahan iklim.

Slippy Sarung Cup dan Minuman Kaleng. Foto : Pinterest

Zach Crain dan timnya di Slippy mengkampanyekan idenya lewat penggalangan dana online di kickstarter.com. Targetnya terkumpul dana USD 10.000 untuk memulai pembuatan Slippy cup sleeves atau sarung cup. Ternyata dana jauh lebih besar, sudah mencapai nominal USD 41.664 yang berasal dari 1.304 penyumbang dana.

Proyek ini juga dimulai dari kampanye edukasi bahwa saat plastik diproduksi bakal sulit untuk terurai di alam. Pemahaman ini terus didorong agar generasi muda menjadi peka dengan bahaya limbah plastik. Bahkan di lautan, sampah ini mulai mengancam biota perairan. Melalui teknologi modern, sampah-sampah plastik dikumpulkan lalu diproses menjadi serat plastik yang berguna bagi produk industri lain termasuk pembuatan sarung cup (gelas) kopi.

Kedai Kopi Menyediakan Penukaran Botol Plastik dengan Slippy. Foto : Pinterest

Slippy berusaha memanfaatkan serat plastik sepenuhnya yang berasal dari limbah lautan dan plastik bekas konsumsi. Kini di sejumlah kedai kopi di Amerika, pengunjung bisa menukar satu botol plastik kosong dengan sebuah sarung gelas kopi Slippy yang berdesain cantik. Produk ini bisa dipakai untuk beragam tempat minum, bahkan minuman kaleng. Seperti dikutip dari laman web inhabitat.com, dari hasil pengetesan, Slippy mampu meredam suhu panas atau dingin dengan baik saat menggenggam cup atau kaleng minuman.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]