× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Siswa ini Sukses Membuat Kertas dari Limbah Daun Demi Hentikan Deforestasi

By Redaksi
Valentyn Frechka dan Kertas Produksinya dari Limbah Daun. Foto : Re-Leaf Paper

MajalahCSR.id – Selain plastik, eksploitasi konsumsi kertas dapat mengancam lingkungan. Bahkan, dulu awal mula plastik digunakan untuk mengurangi pemakaian kertas berlebihan terutama guna kepentingan pengemasan.  Menyadari hal ini, seorang siswa mencoba mencari alternatif bahan kertas yang biasa dibuat dari kayu batang pohon.

Namanya Valentyn Frechka, masih 19 tahun, siswa asal Ukraina. Dilansir Intelligentliving, pemuda ini mulai melakukannya lewat proyek ilmiah yang mengubah dedaunan gugur menjadi kertas ramah lingkungan dan tas kertas. Tiga tahun setelahnya, proyek ini kian berkembang, dan Frechka mulai menamai produknya dengan “Re-leaf Paper,” di mana produknya berupa tas dan kemasan kertas hasil ekstraksi serat dari limbah daun.  

Frechka sudah bekerja sama dengan pabrik cardboard lokal dan mendirikan perusahaan kecil di kota Zhytomyr, Ukraina (140 km arah barat kota Kiev). Tujuannya untuk mengurangi dampak lingkungan dari produksi kertas. Sebelumnya, Frechka mengaku sudah mempelajari seluk beluk industri kertas.

“Idenya merupakan ke masa depan. Dari keyakinan bahwa bahan ini bisa digunakan kembali atau didaur ulang. Daun adalah limbah yang harus dibersihkan dari taman karena memicu karbon ketika membusuk. Ini adalah kesempatan bagi siapapun untuk memakai produk kemasan yang ramah lingkungan,” kata Frechka kepada Reuters.

Frechka menyakini inisiatifnya dapat mengurangi bahkan menghentikan deforestasi yang disebabkan operasional industri kertas konvensional. Dia juga menekankan, limbah dari produknya bisa kembali digunakan untuk kebutuhan lain.

Produk pertama dari Re-leaf Paper berasal dari limbah dedaunan yang terkumpul dari taman-taman di Kiev dan komunitas urban. Dedaunan yang diambil pun merupakan limbah berlebih yang tak bisa lagi jadi kompos tanah.

Frechka mrencanakan untuk mengomersialisasikan produknya. Dia membuka masukan proposal kerja sama dari perusahaan di dunia atau siapapun yang ingin bergabung memahami cara pembuatan kertas yang lebih ramah lingkungan. Penemuan dan pengembangan bisnisnya itu menjadikannya masuk dalam daftar 30 warga Ukraina tersukses di bawah usia 30 tahun versi majalah Forbes di tahun 2020.   

 

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]