× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Sinar Mas Agribusiness and Food Dorong Para Mitra Wujudkan Kemamputelusuran & Ketenagakerjaan Bertanggung Jawab Demi Sawit Berkelanjutan

By Redaksi
Dok. SMART

Jakarta – Majalahcsr. Perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi sorotan dan pelimpahan kesalahan dari berbagai isu, misalnya isu buruh anak, ataupun pengerusakan lingkungan. Hal ini tentu membuat perusahaan kelapa sawit memutar otak agar menjaga rantai produksinya bertanggung jawab.

Sinar Mas Agribusiness and Food, anak perusahaan dari Golden Agri-Resources (GAR) menyelenggarakan SMART SEED III (Social and Environmental Excellence Development) di Hotel Pullman, Jakarta kamis (7/12). Acara yang diadakan untuk yang ketiga kalinya ini merupakan pelatihan pengembangan yang ditujukan untuk para pemasok independen yang bertujuan menggarisbawahi pentingnya manfaat ekonomi dan sosial dari kemamputelusuran dan praktik perburuhan yang adil, juga untuk mengeksplorasi berbagai praktik terbaik dalam pelaksanaan serta bagaimana mengatasi tantangan yang ada.

Pembicara terdiri dari berbagai perusahaan agribisnis terkemuka, asosiasi industri, badan pemerintah dan lembaga multilateral seperti IDH, Agricinal, SNV, Neste, Kementerian Ketenagakerjaan RI, KSPSI ILO, GAPKI, Cargil, dan perwakilan dari Sinar Mas Agribusiness and Food, berbagi keahlian mereka kepada 200 peserta pada dua sesi diskusi panel. Pelatihan ini juga mempersiapkan para pemasok untuk mengikuti program Traceablity to Plantation (TTP) yang diadakan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food, serta memberikan pelatihan cara meningkatkan praktik perburuhan di industri ini.

Dalam sambutannya, Direktur Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Ing. Gianto Widjaja, mengatakan harapannya agar acara ini tidak sekadar menggagas wacana, melainkan juga menjadi peluang para pihak untuk menjalin kerjasama, berbagi cerita tentang keberhasilan dalam penerapan prinsip sawit berkelanjutan di lapangan dan bersama-sama mencari jalan keluar atas beberapa permasalahan yang di hadapi sektor perkebunan sawit. “Sebagai pelaku bisnis, kami juga membutuhkan usulan, arahan dan rekomendasi dari stakeholder, agar sektor sawit menjadi lebih baik, semakin matang dan bertanggungjawab dalam berbagai aspek pengelolaan lingkungan, memberi sumbangsih nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta perekonomian Indonesia secara keseluruhan.” ujarnya.

Dok. SMART

Managing Director Sustainability and Strategic Stakeholder Engagement Golden Agri-Resources Agus Purnomo, mengatakan, kemamputelusuran membutuhkan usaha dan waktu yang intens, namun pihaknya berupaya mempermudah hal ini dalam prosesnya dan memberi panduan praktis kepada pemasok. Saat ini, GAR sedang dalam perjalanannya untuk mencapai 100 persen kemamputelusuran pada perkebunan untuk pemasok independen pada tahun 2020.

“Kami akan membantu mereka mengatasi tantangan yang muncul pada proses ini, dan mendukung mereka dalam menerapkan praktik yang berkelanjutan.” Paparnya.

Dr. Widjaja juga menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk memperkuat hak-hak pekerja, yang merupakan komponen utama dari GAR Social and Environmental Policy (GSEP) atau Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang diluncurkan pada tahun 2015. Dirinya mendorong para pemasok untuk melakukan hal yang sama, dengan menghindari eksploitasi tenaga kerja, menciptakan lingkungan kerja yang sehat, serta membangun hubungan industrial yang harmonis dengan para pekerja.

Kepala Sub Direktorat, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Sumondang, menegaskan bahwa pemenuhan hak-hak pekerja memperkuat hubungan antara perusahaan dan karyawannya, hal ini memberikan dampak positif pada produk minyak sawit yang dijual di dalam dan luar negeri. Berkat kemajuan sosial dan lingkungan yang signifikan yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan terbesar di negara ini, minyak sawit telah menjadi salah satu produk ekspor unggulan Indonesia. Sumondang menekankan bahwa pemerintah sudah memberikan kemudahan bagi perusahaan, untuk itu, perusahaan diharapkan untuk dapat memenuhi hak dan kewajibannya sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.

Dok. SMART

Selain para pemasok, pelatihan ini juga dihadiri oleh Neste, sebagai perwakilan dari pihak pelanggan, serta organisasi multilateral Indonesia dan internasional, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti World Wildlife Fund, Aidenvironment, PKPA, Koltiva, Daemeter, Geotraceability, TFT, SPSI, CNV, SNV, dan IDH.

Pelatihan SMART SEED secara berkala diadakan untuk terus meningkatkan praktik sosial dan lingkungan dalam produksi kelapa sawit melalui keterlibatan aktif para pemasok. Keberhasilan dari program ini dapat dilihat dari pelatihan sebelumnya yang telah membantu para petani mandiri untuk belajar dan memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil certification (ISPO), serta mendapatkan akses untuk Pendanaan Inovatif (Innovative Financing) dari Pemerintah Indonesia dan KADIN. Pelatihan ini juga didukung oleh kunjungan lapangan secara reguler ke pemasok untuk menangani masalah secara individual, pelatihan khusus, dan saluran bantuan khusus untuk pemasok.

 

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]