× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Siaga Bencana, Pertamina Gelar Simulasi Tangani Kondisi Darurat

By Redaksi

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera – Jawa – Nusa Tenggara – Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986/BNPB)

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya menggelar Major Emergency Drill Level I pada Selasa lalu (4/11) berupa simulasi penanganan keadaan darurat gempa dan tsunami di wilayah Bali. Wilayah operasi Pertamina yang terdampak bencana di diantaranya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis, TBBM Sanggaran, Depot LPG Manggis, dan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai.

Simulasi keadaan darurat diawali dengan aktivitas reguler pada hari kerja, yang tidak lama kemudian terjadi gempa berkekuatan 6.5 skala Richter. Akibatnya beberapa area operasi Pertamina di Bali mengalami kendala, di antaranya adalah pipa yang patah dan mengakibatkan tumpahan solar di dermaga, tumpahan di salah satu tangki TBBM Manggis, kebakaran LPG di Depot LPG Manggis, patahan pipa produk Premium di filling shed TBBM Sanggaran, serta pipa avtur yang bergeser di DPPU Ngurah Rai yang mengakibatkan tumpahan avtur dari jalur outlet pipa. Akibat peristiwa tersebut sebanyak 3 orang mengalami cedera karena tertimpa material bangunan.

Merespon terhadap dampak gempa, Pertamina mengerahkan personil terlatihnya untuk menghadapi keadaan darurat tersebut, salah satunya adalah tindakan penanggulangan tumpahan minyak di perairan, daratan, serta melakukan pemadaman api yang terjadi di sekitar area lokasi kerja. Namun keadaan bertambah parah karena tumpahan minyak menyebabkan kebakaran makin besar dan meluas ditambah dengan gelombang laut yang cukup tinggi dan cuaca yang tidak mendukung. Pertamina menambah truk pemadam kebakaran dari TBBM Tanjung Wangi. Selain itu Pertamina juga berkoordinasi dengan TNI dan POLRI dalam mengatasi masyarakat yang mencoba masuk ke lokasi untuk mengambil BBM dan material berharga lainnya saat kejadian darurat berlangsung.

Kejadian darurat bertambah buruk ketika gempa lebih besar datang dengan kekuatan 7.5 skala Richter yang berpotensi Tsunami di daerah Bali dan sekitarnya. Menghadapi gempa kedua tersebut, Pertamina bergegas melakukan koordinasi dengan BMKG serta TNI dan POLRI untuk mengevakuasi semua pekerja yang berada di lokasi sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi tsunami yang akan melanda daerah tersebut.

Ketika akhirnya tsunami memporak-porandakan area operasi, Pertamina sigap mengatur pola alih suplai BBM dari TBBM lain yang berada di sekitar wilayah Bali untuk memenuhi stok BBM di Pulau Bali serta membuat pola alih suplai sementara LPG untuk memenuhi kebutuhan di Pulau Bali. Pertamina juga mengirimkan suplai obat-obatan dan helikopter untuk mengevakuasi korban luka parah akibat dari bencana yang terjadi di lokasi terdampak.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan simulasi penanganan keadaan darurat tersebut adalah untuk melatih pemahaman tugas dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi terhadap kondisi darurat yang dapat terjadi kapanpun dan dimanapun sebagai implementasi dari Pedoman Penanggulangan Keadaan Darurat Direktorat Pemasaran dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Selain itu, simulasi ini juga sebagai sarana upskilling tim penanggulangan keadaan darurat dan pekerja di lapangan.

Rustam juga menjelaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang harus ditanamkan pada tiap orang yang terlibat dalam kegiatan usaha minyak dan gas mengingat bisnis minyak dan gas termasuk ke dalam bisnis yang penuh dengan volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity serta berisiko tinggi baik investasi maupun operasional. Sehingga hal tersebut dapat tumbuh menjadi budaya.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]