banner
Seniman Yi Hsuan Sung dengan karyanya mulai dari lampu hias dan pernik interior yang terbuat dari agar-agar. Foto : Inhabitat
Ragam

Seniman Wanita Bikin Lampu Hias Cantik dari Agar-agar

313 views

MajalahCSR.id – Di tangan seorang seniman, agar-agar yang biasanya jadi camilan, campuran pudding atau kue, bisa jadi produk lain yang memikat. Nama senimannya Yi Hsuan Sung, yang piawai menggabungkan sisi estetika dengan alam lewat desain lampu hias.

Selain menjadi seniman, Sung juga dikenal sebagai desainer tekstil. Produk lampu hias cantik hasil kreasinya juga merupakan bagian dari misinya dalam menggunakan bahan alami dan berkelanjutan. Sung meyakini bahwa hasrat membawa elemen alami ke dalam rumah, biasanya diiringi dengan kebebasan dari zat petrokimia yang tak penting dan tak diinginkan.

Mengutip dari Inhabitat, untuk membuat perabot rumah yang benar-benar ramah lingkungan, Sung memulai langkah dengan eksperimen pada agar-agar yang diekstrak dari alga merah. Dia lalu mencampurkan gliserin dan air ke dalam agar-agar itu sebelum mencetaknya melalui teknologi printing 3 dimensi menghasilkan produk alami, bisa terurai, dan terbarukan. Saat dia berhasil menemukan cara dalam prosesnya, Sung kemudian melanjutkan eksperimen untuk produk beragam dengan medium yang sama.

Karya seni dinding dan lampu bunga imitasinya punya ragam sentuhan akhir, dari yang mengkilap, metalik, sampai bertekstur lembut. Penambahan elemen bioplastik pun turut memberikan sentuhan aneka bentuk seperti bergelombang, melengkung, dan bisa pula menjadi lembaran, filamen atau kawat pijar, sampai bentuk-bentuk lain yang dibutuhkan.    

Sebagai contoh, pada ornamen bunga dari lampu hiasnya, Sung mengkreasikan tudung lampu  dari jahitan benang agar-agar, lalu mendekorasinya dengan bunga dari agar-agar hasil kreasi teknologi cetak 3 dimensi  yang ia desain. Karya yang dinamai Her Agar Garden ini merupakan upaya artistik dengan memanfaatkan biomaterial untuk desain produk interior. Selain lampu dan produk interior Sung juga mengembangkan jenis sutera dan wool, payet, benang tenun lurex, tikar, yang terbuat dari kombinasi agar-agar, kulit bawang, limbah susu, dan kain sari daur ulang.

Dengan semangat melindungi lingkungan pada pemilihan materialnya, Sung memberi perhatian khusus pada proses pewarnaan dengan menggunakan limbah benang (wool), limbah makanan, dan bubuk mika.  

“Sebagai pembuat material tekstil yang memadukan sains teknologi ke dalam seni, desain dan bahan kreatif, dan mendedikasikannya pada aspek kesehatan dan solusi keberlanjutan, aku sungguh menggali hubungan antara digitalisasi, material alami dan bahan daur ulang,” ucap Sung. “Melalui karyaku, aku ingin mentransformasikan pembuatan tekstil ke dalam sistem yang aman (bagi lingkungan), dan penuh makna.”

banner