× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Seminar Penutup Kerja Sama Indonesia – Belanda pada Sektor Peternakan

By Redaksi
Dok. Gege

Jakarta – Majalahcsr. Permintaan ayam potong segar yang terus meningkat membuat pemerintah mencari cara lain untuk memasok ayam. Keterbatasan akan aturan pemerintah untuk tidak memotong ayam dikawasan Jakarta dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri, bagaimana ayam bisa tetap segar walaupun dipasok dari luar Jakarta?

Pada tahun 2014, Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Pemerintah Belanda, dalam hal ini Kedutaan Besar Belanda di Jakarta mengadakan kerjasama. Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung program DIFS-Live dalam mempromosikan ketahanan pangan dan pengembangan sektor swasta pada sektor peternakan Indonesia.

Kerjasama ini efektif dilakukan pada 2015 hingga akhir 2017, bersama-sama kedua belah pihak berfokus pada sektor perunggasan dan peternakan sapi perah di Jawa Barat.

Setelah kerjasama selama 2 tahun, Pada selasa (21/11), diselenggarakan lokakarya mengenai Penutupan Kerjasama Indonesia Belanda Dalam Sektor Peternakan. Acara dibuka oleh Bapak Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Indonesia. Hadir pula dan Bapak Ferdinand Lahnstein, Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta.

“Kerjasama publik-swasta adalah prasyarat untuk perubahan dan perkembangan yang efektif di sektor peternakan Indonesia,” ujar Ferdinand.

Dok. Itank

Beberapa perusahaan yang terlibat dalam DIFS-Live juga mempresentasikan temuan dan hasil yang mereka miliki di seminar di Jakarta, di antaranya PT Medion, Sommen BV, PT Trouw Nutrition, Rabobank, Marel Stork, dan PT Amindo. Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan tersebut menyumbang 800 ribu euro untuk biaya implementasi DIFS-Live.

DIFS-Live telah diimplementasikan oleh para pakar dari Wageningen University & Research (www.wur.nl) serta Advance Consulting (www.advanceconsulting.nl) bersama dengan para pemangku kepentingan publik dan swasta dalam rantai pasok. Mereka telah membangun model produksi dan pasokan yang layak untuk produk ayam dan susu yang terjangkau, bergizi, dan aman.

DIFS-Live mengintervensi empat bidang utama:

a) mempromosikan penerimaan konsumen untuk daging ayam yang didinginkan;
b) memperbaiki praktik pemotongan unggas dan manajemen rantai pendingin
(cool chain);
c) meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternakan ayam pedaging;
d) memperbaiki praktik pemberian pakan peternakan sapi perah.

Program DIFS Live telah menunjukkan bahwa peningkatan produksi dan pasokan daging ayam yang aman dan terjangkau mungkin dilakukan jika instansi pemerintah dan pelaku usaha bekerja sama. Dalam kampanye Ayam Dingin Segar (www.ayamdinginsegar.com) telah terjadi pergeseran minat dari ayam hangat menjadi ayam dingin segar.

Hal ini telah memberikan insentif bagi pemotongan ayam skala kecil dan menengah untuk memperbaiki standar produksi dan pasokan mereka. Dalam seminar dipaparkan bagaimana beberapa usaha pemotongan di Jawa Barat dan fasilitas pemotongan DKI Jakarta mengubah cara beroperasinya.

Praktik pemotongan dan manajemen rantai pendingin yang lebih aman dan lebih efisien tidak hanya baik bagi konsumen, tetapi juga bagi bisnis.

Perbaikan Dalam Berternak

DIFS-Live juga menggarap perbaikan praktik budidaya ayam ras pedaging (broiler). “Sebanyak delapan peternakan broiler di Bekasi, Bandung, dan Bogor didukung dengan diperkenalkannya yang praktik pengelolaan yang lebih baik serta perbaikan pasokan air minum dan kandang,” ujar Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Indonesia.

Di Bandung bahkan didirikan model peternakan broiler yang digunakan untuk tujuan latihan dan penelitian. Siapapun bisa berkinjung dan belajar mengenai model yang telah disarankan.

Persediaan pakan yang terbatas dan rendahnya kualitas pakan merupakan hambatan utama dalam meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah. Untuk memenuhi permintaan akan produk susu yang meningkat dan untuk mengurangi ketergantungan terhadap susu bubuk impor, DIFS-Live bekerja sama dengan para peternak sapi perah dan organisasinya dalam hal (a) produksi dan ketersediaan pakan ternak yang kualitasnya lebih baik sepanjang tahun; (b) memperbaiki akses terhadap pakan konsentrat yang lebih baik; (c) menggabungkan pengelolaan pakan yang lebih baik dalam keseluruhan praktik peternakan sapi perah.

Dalam seminar para peserta telah belajar mengenai dampak positif yang telah diperoleh dari kegiatan pelatihan dan demonstrasi yang telah dilaksanakan di dua koperasi susu: KPSP Saluyu di Kabupaten Kuningan dan KPGS Cikajang di Kabupaten Garut.

Keunikan dari program DIFS-Live adalah kerja sama yang erat dengan pihak sektor swasta. Sementara kedua pemerintah mendukung program tersebut dengan undang-undang dan pendanaan, para ahli dari Wageningen University and Research dan rekan-rekan mereka dari Institut Pertananian Bogor (www.ipb.ac.id) menerapkan berbagai intervensi dengan dan melalui mitra dari sektor swasta.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]