× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Sekolah Seni dan Pengetahuan Asyik di Indonesia

By Redaksi
Dok. IG ESoA

Jakarta – Majalahcsr. Pendidikan yang bermutu sangat dicari oleh semua siswa juga orangtua. Apalagi jika sekolah tersebut diminati oleh siswa sendiri. Sudah pasti saat belajar mereka akan bersemangat karena merasa cocok dengan cara belajarnya.

Berawal dari lembaga kursus gambar, sekolah seni dan pengetahuan ini akhirnya bertransformasi. Pada waktu itu, para pendiri merasa pesan yang ingin disampaikan belum sepenuhnya bisa tercurahkan karena keterbatasan waktu yang ada.

Para pendiri akhirnya menggodok cara dan materi agar tercipta sebuah sekolah setara SMA. Meskipun bukan SMA umum yang diakhiri dengan ujian dan mendapatkan sertifikat lulus, namun Erudio School of Art (ESoA) ini memberikan pilihan tersebut.

“Lulusannya bisa memilih untuk mendapatkan ijazah yaitu ujian Paket C setara SMA,” ujar  Kepala Sekolah ESoA Diajeng Indah Angelia Basuningtyas.

Akhirnya empat siswa kelas 3 Erudio School of Art tahun ke tiga pada Rabu, 27 dan 28 Juni 2018 lalu, mengadakan pameran bertajuk ‘Basa-Basi’, sebuah pameran kolaboratif di Goethe-Institut Jakarta, pameran ini sekaligus menjadi tanda kelulusan bagi para siswa tersebut. Pameran yang berlangsung selama dua hari ini merupakan bagian dari tugas akhir (​Final Major Project), sekaligus acara Kenduri Lulus mereka setelah tiga tahun mengalami pembelajaran di ESoA.

Acara unik ini juga didatangi oleh orang tua para siswa. Tidak jarang saudara atau teman dari siswa juga mampir untuk memberikan semangat bagi lulusan sekolah seni yang tergolong demokratis.

Dok. ESoA

Bagaimana tidak? Setiap siswa ternyata diberikan kebebasan untuk menentukan karya seni yang akan ditampilkan untuk tanda kelulusannya kali ini. Namun jangan salah, sejak kelas 1 para siswa sudah diajarkan untuk membuat pameran seperti ini.

Perbedaannya, siswa kelas 1 mengadakan pameran di lingkungan sekolah. Kemudian lanjut ke kelas 2, para siswa harus mengadakan pameran diluar sekolah secara berkelompok, termasuk dengan mencari sponsor dan lokasi. Untuk kelas 3 sekaligus kelulusan sendiri, sebelum memajang karya seninya disini, mereka ternyata sudah memamerkan karyanya di lokasi-lokasi yang temaya sesuai dengan karyanya.

Rangkaian pameran dibuka oleh Azra dengan pamerannya yang berjudul ‘Squared​3’, kemudian dilanjutkan dengan pameran oleh Syifa yang berjudul ‘BARE’, Farrel dengan ‘Beda Itu Asik’, Radif dengan ‘Origin’, Dimas dengan ‘Robin Vanish’, Seroja dengan ‘Word Vomit’, Safira dengan ‘RAW’, Zahra dengan ‘Phantasmagoria in Blue’, pameran kolaborasi ‘Serius Gak Serius’ oleh Karsa, Jaggro, Kevin dan Adam, Focus Group Discussion “Chronos” oleh Jennifer dan ditutup dengan apik oleh peluncuran merk ‘Super Super’ oleh Gya yang memproduksi pakaian, karpet, selimut hingga papan selancar.

“Di pameran ini kami ingin mengambil hal-hal yang sering sekali dianggap sepele untuk dibicarakan lebih dalam dan jadi sesuatu yang penting” ujar Seroja, salah satu pameris.

Meskipun bukan sekolah regular, tapi lulusannya mampu bersaing dengan sekolah biasa. Buktinya, lulusan ESoA berhasil masuk Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tanpa tes, juga universitas negeri dan swasta lainnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]