× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Sebuah Proyek di Inggris Ubah Emisi CO2 jadi Pakan Ternak

By Redaksi
Ilustrasi Pakan Ternak dan Emisi Karbon. Foto : Getty Images/Dewald Kirsten. Edit Foto: Luana Steffen via Intelligentliving

MajalahCR.id – Saat orang-orang menyadari bahwa diet sayuran berdampak lingkungan kecil dibanding konsumsi daging, namun sedikit yang mengetahui jika pakan ternak juga ternyata berdampak ekologi. Oleh sebab itu, perusahaan bioteknologi asal Inggris, Deep Branch Biotechnology, mengembangkan jenis pakan ternak baru yang terbuat dari karbon dioksida (CO2)! Mereka menyebutnya “cara baru menghadirkan pakan ternak yang berkelanjutan.”

Proyek yang diinisiasi oleh Deep Branch, di pembangkit listrik Drax Group’s Selby di Yorkshire tersebut mendapat dukungan dana dari pemerintah Inggris. Inisiatif daur ulang karbon ini akan mengurangi emisi, mencegah deforestasi lebih lanjut, dan menyediakan pakan berkelanjutan bagi peternakan ikan dan unggas.  

Bahan pakan seperti pada umumnya, termasuk kedelai, gandum, atau daging ikan yang semuanya itu turut berdampak buruk bagi lingkungan. Proses baru pembuatan pakan, dengan cara mengambil CO2 dari industri penghasil emisi dan menggunakannya sebagai sumber energi untuk mikroba yang menghasilkan sel protein tunggal yang didesain untuk pakan ternak.

Proyek ini mendapat suntikan dana pemerintah lebih dari USD 4 juta atau sekira Rp 56,4 miliar (kurs Rp 14.100,00). Ini guna mendorong apakah proses dan hasilnya bisa menjadi skala industri serta menanggulangi emisi karbon di Inggris.

Pada 2017, WWF menemukan fakta sebanyak 75% dari produksi jagung dan kedelai diperuntukkan untuk pakan, terutama pakan unggas dan babi. Bagaimanapun, diet yang dipraktikan mendunia untuk mengurangi tingginya konsumsi daging, masih belum cukup, karena pakan ternak juga bisa mengancam keberagaman hayati lantaran banyak hutan berubah jadi perkebunan.

Deep Branch berpatner dengan Drax Power Station – pembangkit listrik terbesar di Inggris yang menyuplai 5% kebutuhan tenaga listrik – untuk mendapatkan sumber CO2 dalam prosesnya. Drax sebagai mitra belum lama ini sudah mengganti bahan bakar pembangkitnya dari batu bara menjadi biomassa yang terbarukan.   

Pembangkit tersebut berencana pula menjadi penghasil nol karbon pada 2030, dan salah satunya dengan menangkap karbon dioksida agar rencananya itu tercapai. Bahkan pembangkit ini sudah bereksperimen dengan memanfaatkan CO2 -nya menjadi bahan plastik.

Deep Branch dan Drax Group adalah bagian dari konsorsium (React-First) di Nottingham, Inggris, yang terdiri dari 10 perusahaan dan grup akademisi yang menjalankan proyek pakan ternak tersebut. Konsorsium ini sudah memastikan komitmennya untuk turut menanggulangi krisis iklim serta berambisi menggapai emisi netral pada 2030 mendatang.

Diantara anggota yang bergabung ke dalam React-First adalah supermarket Sainsbury’s yang popular, Universitas Nottingham Trent, dan industri teknologi pertanian lain.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]