× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Sebanyak 141 Peserta Semarakan JAMPIRO 2018

Dari JAMPIRO 2018

By Redaksi

Bertempat di Aston Semarang & Covention Hotel, dan dihadiri 141 peserta,  event  berlangsung selama 3 hari mulai 7 – 9 Nopember 2018. Jampiro adalah ajang asah kompetensi dan networking terbesar para praktisi humas dari seluruh penjuru tanah air. Tahun ini acara tahunan yang diselenggarakan oleh PR Indonesia mengusung tema unik: “Beyond Public Relations From PR 4.0 until DNA Public Relations”.

Selain tentu mendatangkan para pakar Public Relations (PR), acara juga dikemas dengan semenarik mungkin. Kelas workshop yang mengakselerasi kapabilitas peserta, jalan-jalan keliling tempat wisata Kota Lumpia, sampai malam penganugerahan PR Indonesia Award 2018 untuk beberapa kategori.  Penyampaian materi yang berkualitas dari 4 pakar PR dan media seperti  Dr Ismail Cawidu dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Noke Kiroyan dari Kiroyan Partners, Aries Nugroho dari Ogilvy, dan Wakil Pimpinan Redaksi situs berita Kumparan, Rahmadin Ismail juga menarik animo peserta dalam berdiskusi.

Tepat pukul 13.30 WIB, Jampiro 2018 pun resmi dibuka. Dalam sambutannya, penanggung jawab acara dan founder PR Indonesia Asmono Wikan mengungkapkan, PR merupakan profesi yang sangat menjanjikan, sangat terhormat, dan sangat strategis. Profesi PR bukan layaknya pelayan, tegas Asmono, yang membawakan tas atasan atau sekedar mendokumentasikan momen lewat bidikan kamera.

“Tantangan PR kian kompleks karena tuntutan konsumen yang amat beragam,” cetus Asmono. Namun tantangan ini justru menjadikan peran PR makin dibutuhkan. Era Industri 4.0, dunia media sosial dan penduduknya yang disebut netizen adalah fakta tak terbantahkan diperlukannya fungsi dan peran  PR yang strategis. Peran PR tidak lagi sekedar mengerjakan rutinitas day by day, namun lebih dari itu, turut serta memberikan arah bagi kehidupan sosial berbangsa dan bernegara, pungkas Asmono.

 

Peluncuran Buku

Pembukaan Jampiro ditandai peluncuran buku eksklusif nan praktis yang berjudul ˮPR dan Disrupsi: Apa yang Harus Dilakukan Praktisi PR menghadapi Era Digitalˮ. Buku yang ditulis oleh 3 praktisi PR sekaligus peraih PR indonesia Fellowship Award 2017 ini memaparkan berbagai trik bagi praktisi PR dalam mengantisipasi era digital. Era yang tak hanya mengubah perilaku komunikasi masyarakat namun juga jenis saluran komunikasi.

Butuh waktu 8 bulan untuk Inadia Aristyavani, Siko Dian Sigit Wijayanto , dan Dio Herman Saputro menuntaskan buku yang didistribusikan secara indie ini di tengah kesibukkan bekerja. Terdiri dari 5 bab, Inadia menyebutkan buku ini akan menginspirasi para praktisi Humas dalam menghadapi era baru 4.0 dunia komunikasi.

Penulis lainnya, Dio, lewat buku ketiganya ini memaparkan perkembangan manajemen isu krisis di era digital. Setiap praktisi PR harus siap mengantisipasi fourth wave dalam perilaku komunikasi.  Termasuk bagaimana seorang PR mengelola dan menganalisa berita hoax, meskipun sudah ada aplikasi hoax manager. Selain itu, paparan buku juga dilengkapi beragam studi kasus kekinian. Menariknya buku ini bernarasumberkan pakar PR senior  seperti Magdalena Wenas yang berbagi pengalaman sukses mengolah reputasi di era digital.

Asmono Wikan yang juga editor buku tersebut, sempat menantang peserta atau siapapun yang berlatar belakang PR untuk mengirim naskah buku kehumasan. Bila dianggap bagus, pihaknya menjamin untuk menerbitkannya minimal 500 eksemplar secara cuma-cuma.  Asmono mengaku cukup prihatin dengan fakta masih minimnya buku kehumasan yang berkualitas dan bermanfaat dan ditulis oleh penulis dari Indonesia. Jadi, ayo berbagi ilmu dan pengalaman bermanfaat lewat buku demi kemajuan PR di Indonesia!

Coba saja tanya soal film, obrolan pria berkacamata ini sulit berhenti. Sudah puluhan karya berkualitas ia hasilkan demi kemajuan industri perfilman nasional. Peran yang digelutinya pun bermacam, mulai dari penulis skenario, sutradara, hingga produser. Beragam penghargaan film sudah digenggam hasil dari kerja keras, dan pengakuan atas prestasi serta dedikasi. Pria yang akrab disebut Aris lahir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]