× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Sampai Jumpa di JAMPIRO 2019 Kota Tangerang!

Dari JAMPIRO 2018

By Redaksi

Usai sudah penyelenggaraan Jambore Nasional PR Indonesia (JAMPIRO) 2018. Acara yang dihelat di Aston Semarang Hotel and Convention, 7 – 9 November 2018 kemarin dihadiri lebih dari 140 peserta.

Event JAMPIRO 2018 ini ditutup dengan malam penganugerahan penghargaan  PR Indonesia Award kepada putra putri praktisi PR terbaik se Indonesia, Jumat (9/11). Bertempat di lokasi wisata ikonik kota Semarang, Sam Poo Kong, acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB. Tamu yang hadir pun tak main-main, mulai dari para pimpinan perusahaan BUMN dan swasta terkemuka, hingga para pejabat pemerintahan dan DPR. Tak ketinggalan hadir pula Walikota Semarang, Hendrar Prihadi selaku tuan rumah.

Meskipun diwarnai turunnya hujan yang cukup lebat, tak demikian menganggu kemeriahan malam penganugerahan tersebut. Sebanyak 5 kategori umum yang terbagi ke dalam 17 subkategori pemenang penghargaan diumumkan pada malam kemarin. Diantaranya kategori PR Indonesia Rookie Stars 2018, Icon PR 2018, PR Indonesia Fellowship 2018, Insan PR 2018, sampai Best Communicator 2018.

Para juri sebagai tim penilai pun berlatar belakang profesi PR yang mumpuni di bidangnya. Sebut saja Asmono Wikan founder PR Indonesia, lalu Janette Maria Pinariya, Dekan Public Relations London School of Public Relations Jakarta. Selain itu ada nama Nike Yosephine yang berkarir sebagai External Communication PT Telkom (Persero) Tbk, Magdalena Wenas, pendiri PR Society Indonesia, salah satu PR Indonesia Guru dosen Universitas Indonesia dan juga tercatat sebagai salah satu orang Asia pertama lulusan master bidang komunikasi di Erasmus University Rotterdam, Belanda. Nama lainnya adalah Suharjo Nugroho, ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), serta Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli.

Dari sekian banyak peraih penghargaan, terdapat nama-nama pejabat yang tak asing karena popularitasnya, seperti Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur DKI, Anies Baswedan, hingga Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Sementara dari kalangan perusahan BUMN dan swasta terdapat nama bos Djarum, Robert Budi Hartono, sampai CEO muda Bukalapak, Achmad Zaky.

Asmono Wikan selaku penanggung jawab acara menjelaskan, JAMPIRO 2018 merupakan ajang pestanya para praktisi PR se Indonesia. Karena selain diisi seminar diskusi, workshop, peserta bisa melepas penat berkunjung ke berbagai kawasan wisata di Kota Semarang.

Sementara bagi peserta, JAMPIRO 2018 adalah ajang meningkatkan kapabilitas sekaligus memperluas relasi. Sehingga banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti event ini.

Penghargaan PR Indonesia Award untuk kalangan pejabat pemerintah dan CEO perusahaan menurut Asmono, berangkat dari rasa prihatin apabila pemimpin sebuah lembaga atau perusahaan tidak mampu berkomunikasi dengan baik, bakal berdampak buruk terhadap institusinya. Bekerjasama dengan Indonesia Indicator, selama 9 bulan, Januari – September, pihaknya melakukan monitoring di 17 media cetak nasional dan lokal. Pemimpin daerah maupun korporasi yang jauh dari pemberitaan negatif dan terindikasi bersih dari potensi terlibat tindak pidana adalah peraih penghargaan di kategori dimaksud.

Penghargaan lainnya seperti Insan PR merupakan penghargaan tertinggi – yang belum ada di Indonesia – terhadap praktisi PR. Tahun ini, jelas Asmono, adalah yang pertama kali dilakukan audisi penjurian untuk kategori ini yang sebelumnya mengandalkan metode monitoring. Penghargaan selanjutnya yakni PR Indonesia Fellowship diperuntukkan bagi para praktisi yang sudah membuahkan karya tulis seperti buku. Pada bagian ini, Asmono menyampaikan keprihatinannya terkait masih minimnya penulis berlatar belakang PR asal Indonesia yang menulis buku berkualitas.

 

PR di Indonesia

Saat ditanya kondisi PR di Indonesia, Asmono secara khusus menyampaikan pengakuan masih terjadinya kesenjangan antara lembaga di pusat dan daerah. Para praktisi PR dinilai masih belum banyak yang dapat berpikir secara strategis. Contohnya masih belum banyak yang sudah bisa melakukan manajemen isu.

Menurut Asmono, seorang praktisi PR bisa mengkreasikan sebuah “agenda setting” yang sehingga bisa menyampaikan isi pesan secara tepat dan benar kepada masyarakat ataupun konsumen sebuah produk korporasi. Seorang praktisi PR harus mampu merancang platform program dalam setahun tentunya menginduk pada program lembaga atau visi misi perusahaan tempat bekerja.

Hal inilah yang jarang ditemui praktisi PR di daerah bahkan di beberapa tempat di Jakarta. Rencana kerja lembaga atau perusahaan harus didampingi pula dengan rencana kerja strategis PR atau komunikasi. Sehingga lembaga/korporasi bakal solid baik didalam maupun secara eksternal karena mengacu prinsip: satu suara, satu komando, satu visi, satu pernyataan.

JAMPIRO 2018 telah selesai digelar. Para peserta sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Pembenahan pun terus dilakukan penyelenggara agar JAMPIRO selanjutnya semakin baik. Semoga profesi  PR Indonesia kian maju.  Sampai jumpa di JAMPIRO 2019 di kota Tangerang, Propinsi Banten!

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]