× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Sampah Mainan LEGO Bisa Bertahan Ratusan Tahun di Lautan

By Redaksi
Ilustrasi LEGO. Foto : Istimewa

Siapa yang tak mengenal mainan LEGO? Mainan kotak kecil plastik (mirip puzzle) asal Denmark yang bisa disusun jadi bentuk apa saja. Saking popularnya, banyak produsen mainan yang mencoba meniru. Tapi meskipun mainan yang menyenangkan, LEGO bisa jadi ancaman buat lingkungan.

Sekelompok peneliti dari Universitas Plymouth, Inggris melaporkan bahwa mainan ini ancaman nyata bagi habitat laut. Dengan mengukur massa masing-masing balok LEGO yang ditemukan di sepanjang garis pantai barat Inggris dengan  prediksi “umur” dari LEGO tersebut, ilmuwan memperkirakan mainan ini bisa tahan hingga berabad-abad.

Riset ini seperti lansir geek.com, sudah dipublikasikan di jurnal Environmental Pollution, sebagai pesan bahwa diharapkan masyarakat bisa berpikir dua kali dalam membuang mainan tersebut.

“LEGO merupakah salah satu mainan anak popular dalam sejarah. Selain itu, durabilitas mainan ini sudah teruji, sangat awet,”ujar Andrew Turner, saah seorang professor dan kepala riset di Universitas Plymouth.

Sebagai mainan, LEGO dikenal aman bagi penggunanya. Namun karena dari bahan plastik yang prima, LEGO bisa menjadi kuat dan tahan lama. Ini adalah berita bagus bagi para kolektor mainan, namun bencana bagi lingkungan jika sudah dibuang secara sembarangan. “Bagaimanapun daya tahan mainan ini tetap saja membuat kami terkejut,” cetus Andrew.  

Sebanyak 50 buah LEGO yang terbuat dari acrylonitrile butadiene styrene (ABS), ditemukan di pantai kawasan Cornwall, Inggris, untuk kemudian diteliti di Universitas Plymouth.

Ilmuwan mengamati lewat mekanisme X-Ray fluorescence spectrometer agar bisa dilihat kandungan zat didalamnya. “Potongan LEGO yang kami tes ini sudah dihaluskan dan dipudarkan warnanya. Beberapa diantaranya patah dan terpecah. Hasil ini juga memperlihatkan LEGO dalam hitungan waktu (yang lama) berubah jadi mikroplastik,” jelas Andrew.

Andrew melanjutkan, hal ini juga sebagai masukan bagi masyarakat tentang pentingnya tak sembarangan membuang mainan ini. Jika dilakukan, lingkungan bisa menjadi tercemar dan potensi bahayanya kembali pada manusia yang tak bisa lepas dari lingkungan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]