× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Sampah Lagi Sampah Lagi

By Redaksi
Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Dok. Kompas.com

Jakarta – Majalahcsr. Pagelaran suatu acara pasti akan menghasilkan banyak sampah. Jangankan pagelaran acara kecil tingkat RT, acara bertaraf internasional seperti Asian Games yang sedang berlangsung saat ini tentunya tidak akan luput dari masalah sampah.

Mengenai pengelolaan sampah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Isnawa Adji pernah mengatakan bahwa saat rapat koordinasi persiapan Asian Games 2018 antara Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC),ada sedikit perbedaan pendapat. INASGOC kurang setuju jika ada truk sampah memasuki kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Namun hal ini menimbulkan pertanyaan, lalu bagaimana sampah diangkut keluar? Akhirnya ada jalan tengah  “Truk sampah akan masuk pada jam-jam tidak ada pertandingan dan atlet belum datang, yaitu pada pagi-pagi sekali,” ujar Isnawa saat Diskusi Mengenai Penggunaan Energy Asian Games beberapa waktu yang lalu.

Dok. Asian Games 2018

Usai pembukaan Asian Games 2018 yang lalu di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), DLH mengumpulkan sampah dengan total 7,5 ton. Seperti yang dikutip dari Tempo.co, lima truk dikerahkan untuk mengangkut sampah itu. Sampah tersebut langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

DLH mengerahkan 375 pasukan oranye untuk membersihkan sampah tersebut. Selain itu, 8 roadsweeper, 10 compactor truck dan 10 mobil pickup double cabin serta 6 gerobak motor juga ikut meramaikan acara pengangkutan sampah tersebut.

Sedangkan untuk sampah limbah B3 non medis berupa elektronik dan limbah B3 medis bekas tes dopping dan medical station selama masa latihan, pertandingan sampai acara selesai dikelola oleh Jasa Pengelola Limbah B3. Hal ini dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) seperti yang dikutip dari website KLHK.

Dok. Asian Games 2018

Dok. Asian Games 2018

Sampah ini setiap dua hari sekali diambil dari titik yang sudah ada kemudian diolah di Fasilitas Pengolahan Limbah B3. Sedangkan sampah dari Palembang khusus disediakan cold storage sebagai fasilitas penyimpanan sementara limbah medis untuk selanjutnya diangkut dan diolah di Fasilitas Pengolahan Limbah B3. Pengelolaan limbah B3 non medis berupa limbah elektronik akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Penyerahan bantuan perlengkapan limbah B3 dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2018 di kantor INASGOC yang akan diterima oleh Ketua penyelenggara Asian Games 2018 dan dihadiri oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati menyatakan bahwa KLHK peduli dan turut serta mendukung Asian Games 2018 melalui pengelolaan limbah B3 baik medis dan non medis yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.

KLHK bersama Jasa Pengelola Limbah B3 akan menyediakan perlengkapan untuk penanganan limbah medis berupa 15 (lima belas) unit Wheel Bin ukuran 240 liter, 100 (seratus) unit Infectious Bin, 650 (enam ratus lima puluh) unit safety box, Plastik kuning kemasan limbah medis, 5 (lima) unit coolbox ukuran 125 liter, 4 (empat) unit drop box untuk limbah B3 non medis yaitu electronic waste dan 1 (satu) unit cold storage.

“Melalui Asian Games 2018, KLHK memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia dalam hal pengelolaan limbah B3 dengan tepat dan benar,”jelas Vivien.

Dok. Asian Games 2018

 

 

 

Keywords: ,

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]