× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Saatnya Anak Muda Berkiprah di Festival Filantropi Muda

By Redaksi
Festival Filantropi Muda 2019

Menyambut hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Filantropi Indonesia menggelar festival filantropi untuk kaum muda. Bernama NEXT GENEROUSion – Festival Filantropi Muda 2019, mengambil tempat di Epiwalk Kuningan Jakarta, event ini akan digelar pada 2 -3 November depan.

Festival ini merupakan kali pertama bagi Filantropi Indonesia yang diperuntukkan bagi anak muda. Sebelumnya pada 2018, Filantropi Indonesia menggelar festival filantropi yang menyasar kalangan umum, yaitu FIFest atau Filatropi Indonesia Festival.  Bertema “Muda, Peduli, dan Memberi Solusi”, festival ini akan diikuti banyak komunitas filantropi anak muda, yayasan/organiasasi filantropi, organisasi nirlaba, dan perusahaan pendukung inisiatif sosial anak muda. Pembukaan acara ini juga akan diiisi dengan peluncuran PEDOELI INDONESIA (Pekan Donasi Online Indonesia).

Ki-Ka: Ketua Panitia NEXT GENEROUSion, Hety A. Nurcahyarini dan Direktur Filantropi Indonesia, Hamid Abidin.

Sementara acara akan diisi oleh berbagai kegiatan antara lain, Selasar Filantropi Muda (pameran/marketplace), Panggung Inspirasi Filantropi, Bedah Aksi dan Solusi, Digital Fundraising Campaign, Pojok Donasi, School Social Project Competition, Young Social Business Innovator Competition, dan terakhir pemberian penghargaan bagi Filantrop Muda Indonesia. Penghargaan ini bukan kompetisi namun lebih ke apresiasi untuk anak muda yang selama ini berkecimpung di dunia filantropi.  

Dalam acara konferensi pers yang digelar di No Logic Café, Menteng, Jakarta, Jumat (25/10/2019), Ketua Panitia Festival, Hetty A Nurcahyarini mengungkapkan, “Masalah sosial saat ini tidak melulu disolusikan dengan pendekatan sosial, tapi bisa juga dengan ide bisnis.” Dengan kata lain, masalah sosial bisa diantisipasi dengan pendekatan bisnis. Sehingga di jaman sekarang lahirlah tren bisnis di kalangan anak muda yang disebut socio-entrepreneur, atau wirausaha sosial. Tidak seperti bisnis konvesional yang hanya mengejar keuntungan, wirausaha sosial punya dimensi sosial, karena berangkat dari permasalaha sosial.

Selain menghadirkan pembicara dari kalangan pegiat filantropi, acara ini pun menurut Hetty juga mengundang sejumlah artis yang berafiliasi pada kegiatan filantropi. Hal ini tentunya untuk lebih meningkatkan minat anak muda datang dan terlibat langsung di acara tersebut. Festival ini diharapkan menjadi sarana pendidikan karakter dengan tujuan menumbuhkan kepedulian, kepekaan sosial, dan kedermawanan di kalangan anak muda. Karena menurut Hetty, “Kita ingin menginspirasi bahwa semua orang bisa menjadi seorang filantrop tanpa  menunggu tua dan kaya.”

Sementara menurut Direktur Filantropi Indonesia, Hamid Abidin, acara ini terdiri dari 2 periode. Yang pertama adalah festival, yaitu dari 2 – 3 November, sementara lainnya adalah kampanye yang dilakukan 2 – 10 November. Disinggung mengenai target donasi, Hamid menyatakan belum bisa mengungkapkan, namun hasil dari donasi termasuk jumlah maupun kegiatan yang paling banyak menyedot donasi, akan diumumkan seminggu setelah festival. “Kami menargetkan 10 ribu pengunjung datang ke acara festival ini,” ujar Hamid.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]