× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Saat Pohon Tak Mampu Lindungi Bumi dari Gas Karbondioksida

By Redaksi
Gas CO2 di Atmosfir - NASA

Tak akan pernah ada lahan yang mencukupi untuk pohon di bumi yang mampu melindungi manusia dari perubahan iklim jika suhu bumi sudah naik 3,6 derajat Fahrenheit.

Perilaku hidup manusia di bumi mampu melepaskan 30 sampai 40 miliar ton karbon dioksida, atau gas rumah kaca ke atmosfir per tahunnya. Apabila kita tetap membiarkannya, suhu bumi akan terus meningkat, dan benar-benar membahayakan kehidupan.

Jadi apa yang bisa kita perbuat?

Sebagian besar ilmuwan setuju jika kita butuh cara yang bisa menyingkirkan gas CO2 di atmosfir. Salah satu idenya adalah dengan menanam sebanyak mungkin pohon di bumi. Pohon memang menyerap CO2 untuk pertumbuhannya. Selain itu, pohon pun punya kemampuan melepas oksigen ke udara. Artinya, keberadaan pohon punya dua dampak yang amat positif. Menyerap karbondioksida sekaligus menjadi sumber oksigen.

Pohon di Hutan – Shutterstock

Namun, seperti yang dilansir dari business insider, sebuah studi menyebut bahwa tak semudah itu pohon mampu menyerap seluruh karbondioksida di atmosfir. Apalagi jika dikaitkan dengan standar “Persetujuan Paris” soal iklim.

Kenyataannya, jika kita menjadikan benua Amerika seluruhnya ditanami pohon, hanya mampu menyerap 10 % kandungan CO2 di atmosfir per tahunnya.

Tak akan pernah ada lahan yang cukup di planet ini untuk memberi makan bumi sekaligus menanami pohon dalam upaya menyerap untuk menyeimbangkan emisi gas CO2 yang ada di atmosfir.

Dengan kata lain, akan banyak penduduk bumi yang kelaparan jika hanya mengandalkan pohon semata untuk solusi masalah emisi.  

Perlu ada solusi lainnya secara simultan. Salah satunya dengan merealisasikan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal’s), yang berdimensi ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusi sosial.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]