× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Rocker Jon Bon Jovi Membuka Restoran Amal Ketiga

By Redaksi
Jon Bon Jovi dan Restoran Amalnya JBJ Soul Kitchen. Foto : Getty Image

Untuk generasi penyuka music rock yang eksis di dekade 80an atau 90an, nama Jon Bon Jovi pasti tak asing. Rocker yang popular dengan puluhan hits, mulai dari Livin on A Prayer, Bed of Roses, It’s My Life sampai hits dari album terakhir This House is not For Sale (2016), ternyata masih tetap produktif berkarya.

Kini “karya” terbarunya diberitakan pewarta. Namun bukan soal lagu terbarunya, melainkan aksi filantropinya  mendirikan restoran JBJ Soul Kitchen. Restoran ini bukan sekedar restoran biasa, karena merupakan restoran amal. Istimewanya, siapapun bisa makan disini dan bisa gratis! Menu yang disediakan pun diklaim sangat kaya nutrisi. Ini bukan restoran amal Jon yang pertama. Ini adalah restoran ketiganya di bawah yayasan amal milik sang rocker, The BJB Soul Foundation.

Jon Bon Jovi Melayani Pelanggan. Foto : JBJ Soul Kitchen

Seperti dikutip dari laman thewildchild, restoran ini berada di lingkungan kampus Rutgers University di New Jersey. Berdua dengan sang istri, Dorothea Hurley, pasangan ini mengungkapkan awal mula tindakannya membantu sesama. ”Rasa lapar tidaklah sama dengan apa yang selama ini kamu pikir,” ucap Hurley kepada pembawa acara CBS Sunday Morning, Tracy Smith.

“Orang-orang (yang kelaparan) ini bisa berasal dari tempat ibadahmu, teman-teman anakmu di sekolah. Dan ini  seperti membuka mata selebar-lebarnya untuk orang-orang kita yang berpikir tak ada warga yang kelaparan di sekitar sini.”

Untuk masyarakat Amerika, soal tunawisma adalah tabu sosial, seolah aib untuk dibicarakan. Bagaimanapun, jika terus bersikap seperti itu, akan sulit membantu mereka yang ada dalam kondisi kesulitan. Sebelumnya, Jon dan Dorothea membuka restoran amal JBJ Soul Kitchen pertamanya pada 2011 di kawasan Red Bank, New Jersey. Restoran tersebut menyediakan menu yang berkualitas dan untuk orang-orang yang ingin menu hangat, enak, dan bergizi. Tak seperti restoran biasa, menu-menu yang disajikan tak dilengkapi harga.

JBJ Soul Kitchen. Foto : Istimewa

Setiap pengunjung bisa membayar semampunya. Bila benar-benar tak mampu, mereka tak perlu membayar tapi cukup menjadi sukarelawan sosial. Atau bisa juga dengan metode “Pay It Forward” artinya seseorang yang diberi kebaikan, memberi kebaikan yang sama kepada yang lainnya. Pengunjung yang merasa mampu juga sangat dianjurkan untuk membayarkan lainnya yang tak mampu.

Alasan restoran ketiga ini ada di lingkungan kampus, adalah membantu para mahasiswa yang masih kesulitan membayar makanan. Menanggapi hal ini, sang Rocker memberi pernyataan, ”Sebagian dari kita masih berpikir, lumrah kalau seorang siswa belajar keras dan hanya menyantap ramen. Bagaimana jika hanya itu yang mampu dilakukan mahasiswa tersebut?”

Jon dan Dorothea tak berhenti di restoran ketiga. Mereka akan terus membuka cabang restoran JBJ Soul Kitchen baru selama masih dibutuhkan. Lebih menyenangkan mana menjadi filantropis pemilik restoran amal atau beraksi di atas panggung? Jon menegaskan, “Tak bisa dibandingkan (perasaan senangnya) beraksi di atas panggung atau menulis lagu (dengan membuka restoran amal).”

“Apapun hal menyenangkan yang kamu lakukan pasti membekas di hati. Perasaan ini muncul saat kamu baru saja selesai menjadi sukarelawan yang melayani kebutuhan orang lain dengan sepenuh hati. Itu membantumu merasakan sebuah kebaikan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jadi itulah yang ingin aku katakan, merasakan sesuatu yang menyenangkan dengan melakukan kebaikan. Jadi, temukanlah kebaikanmu yang menyenangkan dan lakukan sesuatu!”

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]