banner
Liputan

RMU Raih Anugerah 2022 Global Impact Award, Perkuat Komitmen Atasi Perubahan Iklim

93 views

MajalahCSR.id – Chief Executive Officer PT Rimba Makmur Utama (RMU) Dharsono Hartono memperoleh anugerah 2022 Global Impact Award dari YPO (Young Presidents’ Organisation), demikian diumumkan oleh organisasi ini pada 17 Mei 2022. YPO adalah sebuah organisasi yang beranggotakan lebih dari 30.000 Chief Executive di 142 negara, dan Global Impact Award merupakan penghargaan tertinggi bagi anggota YPO yang dinilai memberikan dampak yang berkelanjutan dan terukur bagi masyarakat/para pemangku kepentingannya.

RMU adalah Nature-Based Solution Enterprise (perusahaan yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon melalui solusi berbasis alam) yang memulai dan mengelola Katingan Mentaya Project (KMP) – sebuah pendekatan usaha restorasi dan konservasi ekosistem hutan gambut seluas 157,875 hektar di Kalimantan Tengah melalui Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

RMU bekerja sama dengan masyarakat serta unsur pemerintah desa di 35 desa di sekitar wilayah konsesi, menciptakan mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal, meningkatkan perekonomian serta melakukan kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas di berbagai bidang, seperti cara bertani tanpa bakar dan tanpa bahan kimia, edukasi mengenai kesehatan dan kebersihan, nutrisi, kewirausahaan, serta berkontirbusi bagi pencapaian 12 tujuan UN SDGs.

KMP merupakan kegiatan konservasi terbesar di dunia ditinjau dari segi penurunan emisi karbonnya, yakni sebesar kurang lebih 7.5 juta ton CO2 per tahun selama 60 tahun masa konsesi, atau setara dengan menghilangkan emisi yang dikeluarkan oleh 2 juta mobil per tahun.

CEO YPO Xavier Mufraggi mengatakan, “Apa yang dilakukan oleh RMU di bawah kepemimpinan Dharsono menjadi inspirasi bagi kami semua di YPO. Bukan saja menciptakan dampak positif bagi lingkungan, mereka juga berupaya mencari dan membangun solusi jangka panjang untuk masyarakat setempat, serta berupaya membangun pemimpin dan wirausaha-wirausaha baru.”

Sementara itu, CEO RMU Dharsono Hartono berujar bahwa raihan penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan bagi perusahaannya.

“Saat mitra bisnis saya, Rezal Kusumaatmadja, dan saya mendirikan RMU pada tahun 2007, kami punya mimpi besar untuk membangun bisnis yang agenda utamanya adalah menjaga planet kita dan ekosistem di dalamnya. Pada waktu itu, konsep Nature-Based Solution Enterprise merupakan hal yang relatif masih asing di Indonesia, dan hal tersebut membuat perjalanan kami tidak mudah. Saya bersyukur bahwa kini, 15 tahun kemudian, program-program kami di KMP telah membawa RMU semakin dekat ke tujuan besarnya, yakni mendukung pemerintah untuk menciptakan Indonesia dan dunia yang berkelanjutan, melalui upaya untuk menanggulangi perubahan iklim melalui kerja sama dengan dengan masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lain,“ katanya mengisahkan awal mula terbentuknya RMU.

Dharsono juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia, utamanya KLHK, yang telah mengizinkan dan mendukung RMU untuk mengelola PBPH restorasi ekosistem melalui Katingan Mentaya Project, sehingga secara nyata bisa berkontribusi untuk menciptakan perubahan.

KMP, lanjut Dharsono, merupakan bukti bahwa Nature-Based Solution Enterprise dapat mendukung pemerintah untuk memerangi perubahan iklim melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi restorasi dan keberlanjutan ekosistem, iklim, masyarakat dan biodiversitas yang saling memengaruhi.

“Perjalanan RMU ke depannya masih panjang, dan kami tidak dapat melakukannya sendiri. Penghargaan yang kami terima ini merupakan penyemangat besar yang semakin memperteguh komitmen kami untuk membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi perubahan iklim. Kami mendedikasikannya kepada pihak-pihak yang telah mendorong kami sampai di titik ini, yakni seluruh karyawan RMU, mitra dan keluarga perusahaan, pemerintah Indonesia yang telah mendukung, dan masyarakat yang telah bekerjasama dengan kami untuk menyelamatkan hutan juga meningkatkan perekonomian dan kapasitas masyarakat desa,” pungkasnya.

 

banner