× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Riset : Deforestasi Memicu Menjangkitnya Wabah

By Redaksi
Deforestasi di Hutan Amazon, Brasil yang Memicu Penyebaran Wabah Penyakit. Foto : Mato Grosso State Communication Department/AFP/File / Mayke TOSCANO via egyptindependent.com

MajalahCSR.id – Sebuah makalah yang terbit di jurnal ilmiah Frontier in Veterinary Science`mengungkapkan, ada kaitan antara deforestasi atau penggundulan hutan dengan kehadiran zoonosis (penyakit yang ditularkan hewan kepada manusia) dan vector-borne disease (penyakit yang ditularkan melalui vektor hewan/inang kepada manusia). Studi ini mengindikasikan bahwa deforestasi memicu peningkatan virus serupa COVID-19 dan juga memfasilitasi mewabahnya vector-borne disease seperti malaria.

Temuan lainnya yang cukup mengejutkan adalah, terjadinya peningkatan penyebaran penyakit di wilayah yang sedang mengalami penanaman hutan kembali. Penulis makalah menyebut, penanaman pohon juga dapat mendongkrak risiko penyakit jika tidak dilakukan secara benar. Selain itu teknik monokultur, seperti hutan industri, dapat membunuh tumbuhan asli yang sebenarnya memberikan perlindungan dari ancaman virus dan penyakit.

“Kami terkejut bahwa polanya benar-benar jelas,” kata Serge Morand, penulis makalah dan Direktur French National Centre for Scientific Research. “Kita harus memberikan peran lebih kepada hutan dalam konteks kesehatan manusia, kesehatan binatang, dan kelestarian lingkungan. Pesan dari riset ini adalah ‘jangan melupakan hutan’,”cetusnya.

Dikutip Inhabitat dari The Guardian, para periset memakai data dari World Health Organization (WHO), data World Bank, dan Food and Agricultural Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), untuk melihat keterkaitan antara penyakit, populasi, dan hutan. Mereka menemukan fakta, mulai 1990 hingga 2016, terdapat hampir 4000 penyebaran wabah dari 116 penyakit zoonosis, antar spesies yang menginfeksi manusia, termasuk penyebaran 1.996 wabah dari 69 penyakit vector-borne diseases.

Pada riset sebelumnya, memperlihatkan kuatnya hubungan antara risiko penyakit dengan kedekatan ekosistem yang rusak akibat aktivitas manusia. Salah satu bukti adalah meningkatnya kejadian malaria di Brasil, di mana terjadinya deforestasi pada hutan Amazon. Morand dalam hal ini sangat mengkhawatirkan kemerosotan hutan yang terus terjadi di Amazon.

“Setiap orang yang peduli dengan kelestarian planet sangat mengkhawatirkan pada terancamnya keragaman hayati, iklim, dan kesehatan publik di Brasil,” terang Morgan. “Tingkat stress terus meluas. Kasus Amazon kian mendekatkan dengan ancaman perubahan iklim, yang tentu saja buruk bagi ekosistem bumi. Saat kita melewati batas toleransi, dampaknya bakal sangat mengerikan, seperti terjadinya bencana kekeringan, kebakaran, dan belum lagi ancaman penyakit.”   

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]