banner
Diva pop dunia asal Barbados, Rihanna. Foto : AFP/ANGELA WEISS via kompas.com
Ragam

Rihanna Donasikan US$15 Juta untuk Keadilan Iklim

218 views

MajalahCSR.id – Diva pop dunia dan filantropis, Rihanna, menjanjikan dana senilai US$ 15 Juta atau senilai Rp 216 miliar (kurs Rp 14.400) untuk mendukung aksi perubahan iklim. Rencana donasi itu akan diberikan kepada 18 organisasi penggiat keadilan iklim. Kelompok organisasi tersebut termasuk di antaranya “Indigenous Environmental Network”, ”Movement for Black Lives”, dan “Climate Justice Alliance”.

“Bencana iklim, yang kian sering mengancam dalam frekuensi dan intensitas, tidak berdampak setara pada seluruh komunitas, di mana komunitas kulit berwarna dan negara kepulauan menghadapi beban berat dampak perubahan iklim,” sebut Rihanna dalam pernyataannya. Sekedar informasi, Rihanna berasal dari Barbados, negara kepulauan yang sangat rentan oleh dampak krisis iklim.  

Mengutip dari PBS dan Huffpost, Donasi akan disalurkan melalui yayasan yang didirikan penyanyi ini, Rihanna’s Clara Lionel Foundation. Didirikan pada 2012, nama yayasan ini berasal dari nenek dan kakeknya, Clara dan Lionel Braithwaite. Organisasi ini fokus pada masalah perubahan iklim, keadilan bagi masyarakat terpinggirkan, krisis pengungsi, dan gerakan penanggulangan pandemi COVID-19 secara global. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah Clara Braithwaite Center for Oncology and Nuclear Medicine di Queen Elizabeth Hospital, Barbados, yang hingga kini masih didanai organisasi.

Rihanna juga berkolaborasi dengan pendiri Twitter, Jack Dorsey, melalui inisiatif filantropi #StartSmall untuk mendanai sejumlah hibah. Rihanna memprioritaskan organiasi yang dipimpin oleh kulit hitam, perempuan, atau pemimpin adat, yang kelompoknya berada dalam risiko besar. Selain tiga organisasi sebelumnya sebagai penerima donasi, terdapat pula nama lain, yaitu Deep South Center for Environmental Justice, GirlsCARE, Helen’s Daughters, HEY Campaign, Hive Fund for Gender and Climate Justice, Integrated Health Outreach, Native Movement, NDN Collective, The Caribbean Climate Justice Project, dan The Solutions Project.

“Pendonor harus bisa membangun kerja sama dengan organisasi akar rumput, memberikan pemahaman secara mendalam soal apa yang butuh dicapai dalam keadilan iklim di komunitasnya,” kata Justine Lucas, Direktur Eksekutif Clara Lionel Foundation.

Rihanna bernama asli Robyn Rihanna Fenty, merupakan salah satu panutan dunia, terutama bagi warga Barbados. Tahun lalu, Perdana Menteri Barbados, Mia Mottley, mengganjar Rihanna usai meraih penghargaan Grammy kesembilan kalinya sebagai Pahlawan Nasional Barbados. Penobatan dilakukan saat negara itu secara resmi menyatakan diri sebagai negara republik, November 2021. Pada 2017, Universitas Harvard menobatkan penyanyi yang juga aktor film tersebut sebagai manusia paling dermawan tahun ini.    

banner